Minggu, 26 Maret 2017

Gara-gara Nama, Pria di India 40 Kali Ditolak Lamaran Kerjanya

Selasa , 21 Maret 2017 12:32

RAKYATSULSEL.COM – Seorang pria di India hampir menyerah mencari kerja setelah puluhan perusahaan menolak lamaran kerjanya. Padahal dia adalah salah satu lulusan terbaik di kampusnya, di jurusan yang sulit pula.

Ternyata permasalahannya bukan pada nilai-nilainya yang luar biasa, melainkan namanya. Pria 25 tahun asal Jamshedpur di Jharkhand ini bernama: Saddam Hussein.

Dikutip dari media India Hindustan Times pekan ini, sudah dua tahun terakhir sejak lulus dari fakultas ilmu kelautan di Noorul Islam University, Tamil Nadu, Saddam menganggur. Jika dihitung, setidaknya sudah 40 perusahaan yang menolak lamaran kerjanya.

Usut punya usut, ternyata namanya yang menjadi masalah. Perkara ini diketahuinya setelah menanyakan kepada bagian personalia di perusahaan tempat ia melamar. Menurut mereka, nama Saddam Hussein terlalu berat disandang seseorang.

Dengan nama itu, mobilitas Saddam akan sulit, terutama jika dia akan ditugaskan bekerja ke luar negeri. Hal ini diamini oleh perusahaan konsultan perekrutan tenaga kerja di Delhi, Teamlease Service.

“Bahkan Shah Rukh Khan saja ditahan di bandara AS. Apalagi Saddam Hussein?” kata seorang konsultan di perusahaan tersebut.

Menurut Saddam, nama itu diberikan oleh kakeknya saat dia lahir, dengan harapan bisa menjadi pria yang baik dan kuat. Namun ternyata nama itu menjadi momok bagi beberapa negara, terutama Amerika Serikat.

Saddam Hussein adalah mantan diktator Irak yang dieksekusi mati pada 2006 atas tuduhan pembantaian rakyatnya. Dia digulingkan oleh invasi tentara Amerika Serikat usai serangan teroris pada 2001 di New York.

“Mereka takut mempekerjakan saya,” kata Saddam Baca juga: Nelayan di Australia Dimangsa Buaya Sepanjang 4 Meter

Mengetahui hal itu, Saddam akhirnya memutuskan untuk ganti nama. Seluruh nama di kartu identitasnya, seperti paspor, KTP dan SIM berubah menjadi “Sajid”.

Namun ternyata mengganti nama juga bukan perkara mudah. Kampusnya menolak mengganti nama dalam ijazahnya. Kini Saddam yang berganti menjadi Sajid mengadukan masalah ini ke pengadilan tinggi Jharkhand.

Hingga saat ini, Saddam yang mendapat peringkat kedua lulusan terbaik di kampusnya harus gigit jari melihat kawan-kawan seangkatannya sudah kerja.

“Saya adalah orang tidak berdosa yang menjadi korban atas kejahatan orang lain,” kata Saddam.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*