RABU , 21 NOVEMBER 2018

Gara-Gara Sakit Hati, Mobil Kekasih Dibawa Lari

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 19 April 2017 12:01
Gara-Gara Sakit Hati, Mobil Kekasih Dibawa Lari

Muhammad Syafi'i harus mengenakan baju tahanan. Dia membawa kabur mobil kekasih lantaran sakit hati. (Ridhuan/Kaltim Post)

RAKYATSULSEL.COM– Lagi-lagi cinta membuat gelap mata. Itulah yang dialami Muhammad Syafi’i (36). Alasan sakit hati, mobil kekasihnya justru dibawa lari. Tidak terima, sang kekasih pun akhirnya melapor polisi.

“Dia selalu sibuk dengan pekerjaan. Tidak pernah ada waktu buat berdua jalan-jalan,” ungkap Muhammad Syafi’i (36), tersangka pencurian mobil milik kekasihnya, kemarin (18/4).

Aksi pencurian terjadi 16 Februari lalu. Dari awal, Syafi’i yang sakit hati meminjam kunci mobil. Kunci tersebut kemudian digandakan. Kesempatan datang ketika kekasihnya itu sedang pengajian di rumah seorang keluarga di kawasan Gunung Pasir. Syafi’i tanpa rasa kasihan langsung membawa kabur dan menyembunyikan mobil kekasihnya itu di rumah kawannya di kawasan Km 4,5 Balikpapan Utara.

“Sebulan saya tinggal di rumah teman. Enggak ada niat mencuri. Hanya mau kasih pelajaran aja buat dia. Kalau dia minta maaf pasti saya kembalikan,” kilahnya di Ruang Pemeriksaan Jatanras Polres Balikpapan.

Mendapatkan laporan dari sang kekasih yang kehilangan mobil, anggota Jatanras Polres Balikpapan langsung merespons dengan melakukan penyelidikan. Pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan untuk mencari dalang pencurian. Polisi curiga karena tersangka yang merupakan orang dekat korban tiba-tiba menghilang.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi kami mengarah ke tersangka. Namun, sedikit mengalami kesulitan lantaran pelaku melarikan diri ke kampung halamannya di Jember. Karena itu, kami kirim empat personel berpakaian preman untuk melacak keberadaannya dan berhasil kami bekuk di rumah orang tuanya,” terang Paur Subbag Humas Polres Balikpapan, Iptu D Suharto.

Barang bukti berupa mobil Yariz hitam berhasil diamankan. Kepada tersangka, polisi mengenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.


div>