SELASA , 16 OKTOBER 2018

Garam Pangkep Solusi PemkabTekan Kemiskinan

Reporter:

Atho

Editor:

asharabdullah

Jumat , 16 Februari 2018 14:00
Garam Pangkep Solusi PemkabTekan Kemiskinan

Petani Garam, Ilustrasi (int)

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep mendorong sentra usaha garam yang berada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Bungoro dan Kecamatan Labakkang sebagai salah satu solusi untuk mengurangi angka kemiskinan di wilayah Pangkep.
Kehadiran sentra budidaya garam tersebut diharap mampu menguntungkan para petani dalan hal peningkatan kesejahteraan, terlebih diawal tahun 2018, harga garam semakin melonjak.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangkep, Andi Yathrib Pare saat membuka sosialisasi daerah Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar), di Aula rumah jabatan Bupati Pangkep menjelaskan, agar kiranya para petani dapat melirik dan mempertimbangkan usaha tersebut, untuk menekan angka kemiskinan di Pangkep yang capai 16 persen.
“Mungkin para petani di dua kecamatan kita, dapat melirik usaha ini, terlebih cara budidayanya mudah sementara harganya mahal, dan saya yakin angka kemiskinan dapat kita tekan tahun ini”, jelas Yathrib.
Terpisah, Direktur Jasa kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan & Perikanan Moh Abduh Nurhidajat menilai, potensi garam di Kabupaten Pangkep sangat baik dibandingkan dengan lima kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan.
“Kami harap para petani garam Pangkep bisa lebih kompetitif, dengan kwalitas yang lebih baik dari daerah lain, Pangkep bisa menjadi pemasok kebutuhan garam di Indoensia yang masih sangat kurang”terang Nurhidajat.
Saat ini menurut Nurhidajat, jumlah kebutuhan garam nasional mencapai 4 juta ton, sementara kemampuan produksi hanya 2 ton terutama untuk garam industri.
“Apalagi untuk industri, kita sangat butuh, apalagi semua perusahaan membutuhkan garam” tutupnya.
Pangkep sendiri merupakan salah satu penghasil garam di Indonesia yanh memiliki potensi tambak garam mencapai 845 ha. Di tahun 2017 lalu, produksi garam mencapai 5.437 ton, angka ini sendiri relatif berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mampu mencapai 9.461,22 ton

div>