RABU , 22 AGUSTUS 2018

Gawat, Akper Bulukumba Hanya Bertatus BLUD

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 04 April 2016 16:10

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Akademi Keperawatan (Akper) Bulukumba, hanya berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Akper Bulukumba hanya bagian dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Bulukumba. Tidak hanya berstatus BLUD, Akper Bulukumba ternyata hanya terakreditasi C. Sebelumnya, Akper Bulukumba terakreditasi B.

Karena status BLUD yang menjadi bagian dari UPT Dinkes Bulukumba, pengelolaan Keuangan Akper Bulukumba diatur berdasarkan SK Bupati Bulukumba. Direktur Akper Bulukumba, Hamma Vonney, menyampaikan hal itu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Bulukumba, Senin (4/4).

“Ini masalah. Akreditasi Akper Bulukumba turun dari B ke C. Ini bisa berpengaruh kepada mahasiswa. Sudah 6 tahun jadi Direktur, Akper tidak mengalami kemajuan,” kata Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syamsir Paro (PAN).

Ketua Komisi D DPRD Bulukumba, Fahidin, menyayangkan akreditasi Akper Bulukumba turun dari akreditasi B menjadi akreditasi C. “ini menarik, apa masalahnya,”ujar Fahidin (F-PPP), Ketua Komisi D DPRD Bulukumba.

Bagaimana dengan undang-undang? Menurut ketentuan, pemerintah daerah dilarang mengelola perguruan tinggi (PT). Itu artinya, Pemkab Bulukumba tidak boleh lagi mengelola Akper Bulukumba. “Sejak tahun 2013, pemda memang sudah dilarang mengelola pergurun tinggi,” kata Aminah Syam, legilator Nasdem.

Karena hanya berstatus BLUD, Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syamsir Paro, memastikan Akper Bulukumba tidak terdaftar disitus Badan Akreditasi Nasional (BN) Perguruan Tinggi. “Ini memang masalah,” terang Syamsir Paro.

Selain status Akper Bulukumba, Komisi D DPRD Bulukumba, juga meminta keterangan terkait pungutan yang berkedok sumbangan dilembaga pendidikan milik Pemkab Bulukumba tersebut. Komisi D DPRD Bulukumba melakukan dengar pendapat dengan Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Bulukumba. Dengar Pendapat itu digelar terkait dengan tuntutan mahasiswa Akper Bulukumba, yang meminta Direktur Akper Bulukumba, Hammna Vonney, dicopot.


div>