RABU , 15 AGUSTUS 2018

Gawat, Narkoba Makin Menjamur

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 12 April 2016 10:56
Gawat, Narkoba Makin Menjamur

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepolisian Daerah Polda Sulselbar merilis sebanyak 30 kg barang haram narkotika berhasil diamankan dalam tiga bulan terakhir ini. Semuanya diamankan dari tangan pengedar, pengguna dari pihak masyarakat kecil, pejabat hingga aparatur, bahkan dari penegak hukum Kepolisian.

Dari 30 kg barang bukti tersebut, ditemukan dari berbagai daerah, seperti 12 kg di Parepare, 5 kg di Makassar, 3,5 kg di Pinrang, 8 kg Bone dan 1 kg yang dibawa kabur oleh oknum polisi yang saat ini masih dalam pencarian orang (DPO) yaitu Brigadir Eddy Chandra, dari kepolisian Sektor Bone.

Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, banyak barang haram yang menyebar di wilayah Sulsel dikarenakan terdapat tiga faktor. Ketiganya adalah banyak aparatur penegak hukum yang terlibat, barang bukti yang ditemukan dan sejumlah pengguna narkoba.

“Kalau dilihat pejabat negara yang terlibat, ada Sekwan Jeneponto, Dandim dan Polisi,” kata Frans, Senin (11/4).

Frans Barung, juga mengatakan jika barang bukti tersebut bukan dari Sulselbar, namun dari luar negeri seperti Flipina dan Malaysia, yang memang sangat mudah masuk ke Indonesia khususnya di Sulselbar.

“Karastereristik yang ada di Sulselbar merupakan wilayah yang kurang pengawasan dengan baik, terutama pelabuhan rakyat kecil sehingga barang tersebut sangat mudah masuk,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Dengan banyak barang haram yang masuk, Frans Barung mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar bisa melakukan kerja sama dengan penegak hukum untuk membasmi narkotika di bawah pengawasan Polda Sulselbar.

“Saat ini, pihak keamanan lebih banyak mengawasi pelabuhan besar-besar seperti Pelabuhan Soekarno Hatta dan Pelabuhan Parepare. Saya mengharapkan kepada seluruh masykarakat, agar bisa bekerja sama dengan kami untuk bisa membasmi barang haram itu,” tegasnya.

Disinggung soal anggota polisi yang menjadi pengedar dan pemakai seperti Brigadir Eddy Chandra (DPO), Brigadir Supardi, Brigadir Kasrul, Brigadir Sunardi; dan anggota Polres Palopo Inspektur Dua Syaharuddin, Frans Barung menegaskan bahwa anggota kepolisian yang terlibat akan dipecat.

“Anggota yang terlibat pastinya kami akan pecat, dikarenakan barang bukti yang mereka bawa sangat besar 3,5 kg. Saya anggap itu bukan lagi pengguna, namun bandar yang besar. Oleh karena itu saya sudah pastikan mereka dipecat,” tegasnya.

Frans Barung juga menyinggung jika pihak Polda Sulselbar akan melakukan pemeriksaan terhadap bawahannya mulai dari atas hingga paling bawah. “Komitmen Kapolda (Plt), Brigjen Pol Gatot Edi Pramono untuk memberantas semua ini, mulai dari atas hingga bawah,” tuntasnya.

Terkait dengan marak penangkapan oknum TNI dan Polri yang terlibat narkoba akhir-akhir ini, pihak BNNP Sulsel mengaku telah memiliki MoU dengan TNI dan Polri mengenai penindakan oknum yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Kabid Pemberantasan BNNP Sulsel, AKBP Rosnah Tombo menjelaskan dengan adanya MoU tersebut maka pihak BNNP Sulsel menyerahkan sepenuhnya kepada institusi yang bersangkutan mengenai sanksi yang akan dijatuhkan terhadap pengguna narkoba dari kalangan TNI dan Polri ini.

[NEXT-RASUL]

“Karena mereka mempunyai mekanisme tersendiri dalam hal menindak oknum anggota yang terlibat, BNNP hanya menindak jika ada pihak sipil yang ikut terlibat,” kata Rosnah.

Terkait barang bukti yang disita, pihak BNNP Sulsel mengatakan tidak menyimpannya, semuanya masih disimpan oleh pihak yang melakukan operasi penangkapan.

BNNP Sulsel sendiri dalam hal penanganan kasus-kasus narkoba di Sulsel lebih fokus terhadap upaya pencegahan. “Tapi tentu saja juga tidak mengabaikan penindakan terhadap pengguna narkoba,” tegasnya. (mg04-fah/uki/D)


div>