SABTU , 20 JANUARI 2018

Gawat, Panwas Temukan PNS Ikut Kampanye

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 21 September 2012 11:16

TAKALAR — Tiga hari pelaksanaan kampanye yang digelar pasangan calon di dua zona, Panwas Takalar menemukan hampir semua pasangan calon melanggar. Syamsuddin Dg Sese, Anggota Panwas Takalar menuturkan, temuan Panwas di lapangan terdapat dua jenis pelanggaran yang dilakukan kandidat.

Pertama, pelanggaran melibatkan PNS dalam aktivitas kampanye. Kedua, pelanggaran komitmen oleh kandidat. “Pasangan nomor urut 7 pasangan H Achmad Dg Se’re diketahui melakukan mobilisasi PNS, oknum PNS tersebut datanya sudah lengkap dan selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya, kemarin.

Sedangkan untuk pelanggaran komitmen, dilakukan dua pasangan; A Makmur A Sadda- A Nashar Baso (AMAN) dan pasangan Ahmad Dg Se’re-Sukwangsah (Ajjiku) yang memobilisasi massa dari dapil lain. “Kedua kandidat ini melanggar komitmen bersama karena menghadirkan massanya dari zona lain,” ungkapnya.

Ketua Panwas Takalar, Muhammad Jufri membenarkan pihaknya telah memanggil pasangan Masniar Mappasawang-Burhan Talli ke Panwas. “Pasangan ini tidak mencantumkan agenda dan titik kegiatan sehingga diperiksa,” ujarnya.

Saat dimintai keterangan, pasangan ini diwakili Ketua Tim Pemenangan, M Aliah  Mappasawang. “Pelanggaran pasangan nomor 5 disebabkan kesalahan teknis. Pasangan ini sudah minta maaf. Kalau masih membuat pelanggaran akan diproses,” tambahnya.

Pelanggaran lain yang ditemukan Panwas, indikasi puluhan kepala sekolah di Pattallassang dan Marbo Condong mendukung pasangan tertentu. Di daerah ini diketahui kepala sekolah condong mendukung pasangan ini. Isu ini kencang beredar di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Takalar.

Beberapa Kepala Bidang ramai berbisik akan sikap tersebut, namun mereka lebih memilih diam. Sikap tersebut juga diperlihatkan beberapa Kepala Seksi. Mereka juga menolak untuk mengomentari apalagi mau ditulis identitas dan inisialnya. “Rawan kalau kami bicara, tembok saja bisa bicara,” ujar salah seorang Kepala Seksi yang enggan disebutkan namanya.

Salah satu guru di Marbo membenarkan dirinya sudah mengetahui sikap pimpinannya jelang Pemilukada  Takalar. “Kami Kelompok Kerja Guru (KKG) sering diskusi tentang kondisi Takalar hari ini. Semuanya di bawah tekanan psikologi karena  kami dan kepsek mendukung pasangan tertentu,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan ST. Guru Inpres di Pattallassang ini mengatakan, ratusan guru di Pattallassang makin ditekan makin akan teguh mendukung calon tertentu. “Kami sudah disampaikan kepsek untuk bersatu memajukan pendidikan dengan menolak intimidasi,” ujarnya.

Dijadwalkan, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Takalar hari ini, Jumat (21/9) menggelar agenda debat kandidat tujuh pasang calon.

Debat kandidat digelar di Gedung Islamic Centre Takalar, mulai pukul 08.00 WITA yang akan di pandu oleh  akademisi Ahyar Anwar.

Sesi pertama itu dijadwalkan hanya berlangsung selama dua jam khusus untuk tujuh pasang cabup. Selanjutnya dilanjutkan dengan debat cawabup pukul 14.00 WITA.  Adapun panelis melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Dari agenda KPU Takalar, cabup akan bicara banyak soal ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah, pendidikan, dan kesehatan. Tema ini ditetapkan KPU karena KPU melihat agenda ini yang menjadi harapan masyarakat Takalar dan perlu perhatian.

“Sebelumnya  tema memang  kita tetapkan dan sudah didiskusikan termasuk dengan tim calon. Ini menyesuaikan potensi daerah yang harus diperhatikan ke depan,” kata Faizal Amir, Ketua KPU Takalar  didampingi anggota Jussalim usai melakukan rapat dengan tim calon di KPU Takalar, kamis (20/9) kemarin. (K2-RS1/D)


Tag
div>