SABTU , 15 DESEMBER 2018

Gawat! Rakyat tak Tahu Kinerja Anggota DPR

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 29 April 2016 13:54
Gawat! Rakyat tak Tahu Kinerja Anggota DPR

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Anggota legislatif semestinya memiliki relasi yang baik dengan konstituennya atau dalam hal ini rakyat yang telah memilihnya. Peran dan fungsi anggota DPR RI di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing harus mampu diwujudkan dalam kerja-kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh konstituen atau masyarakat. Sehingga keberadaan mereka pun tak sekedar sebagai pelengkap instrumen negara tetapi posisi “wakil rakyat” betul-betul menjadi representasi harapan dan keinginan rakyat.

Terkait eksistensi caleg di DPR RI, berdasarkan data hasil survei yang dilakukan oleh Celebes Research Center (CRC) periode Maret lalu di Sulawesi Selatan terkait persepsi masyarakat terhadap kinerja anggota DPR RI daerah pemilihan SulSel II dan III, mayoritas masyarakat tidak tahu atau tidak memberikan penilaian tentang kinerja wakilnya yang ada di senayan.

“Mayoritas masyarakat yang ada di dapil Sul-Sel II meliputi Sinjai, Bone, Maros, Bulukumba, Pangkep, Barru, Soppeng, Wajo, Pare-Pare dan dapil Sul-Sel III meliputi Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, Palopo tidak tahu atau tidak memberikan penilaian terhadap kinerja wakilnya yang ada di senayan. Bahkan rata-rata 90% masyarakat “no comment” ketika disodorkan pertanyaan soal itu”, ungkap Herman Heizer, Direktur Celebes Research Center (CRC) dalam rilisnya, 29/04.

Jajaran legislator DPR RI yang menduduki 9 kursi dari 8 partai di dapil Sul-Sel II yakni Andi Rio Padjalangi (Golkar), Iwan Darmawan Aras (Gerindra), Syamsul Bahri (Golkar), Nasyit Umar (Demokrat), Taufan Tiro (PAN), Andi Ghalib (PPP), Akbar Faizal (Nasdem), Syamsu Niang (PDIP), Akmal Pasluddin (PKS). Sementara di dapil Sul-Sel III sebanyak 7 kursi berhasil diduduki dari komposisi 6 partai yakni Fauziah Pujie Hatta (Golkar), Andi Nawir P (Gerindra), Fatmawati RMS (PPP), Markus Nari (Golkar), Bahrum Daido (Demokrat), Amran (PAN), Luthfy A. Mutty (Nasdem). Responden yang merepresentasikan demografi secara proporsional, rata-rata tidak tahu atau tidak memberikan penilaian terhadap kinerja wakilnya.

“Sebanyak 74,8% pemilih Akbar Faizal tidak tahu kinerjanya selama mejadi wakil rakyat di senayan. Disusul 79,9% pemilih Andi taufan Tiro, Andi Rio Idris Padjalangi (84,3%), Syamsu Niang (89,6%), yang paling tinggi mencapai angka 90% masing-masing Andi Iwan D Aras (90%), Andi Ghalib (90,6%), Andi Akmal Pasluddin (92,2%), Syamsul Bachri (92,6%), Nasyit Umar (93,6%) konstituen mereka di dapil Sul-Sel II tidak tahu apa yang dikerjakan oleh wakilnya” urai Herman.

Senada dengan persepsi masyarakat yang ada di dapil Sul-Sel II, dapil Sul-Sel III pun mayoritas masyarakat tidak tahu atau tidak memberikan penilaian terhadap kinerja wakilnya di senayan.

“Sebanyak 62,1% pemilih Luthfi A. Mutty, lalu pemilih Markus Nari (75,7%), Fatmawati Rusdi (79,6%), Bahrum Daido (84,6%), Andi Nawir (86,2%), Andi fauziah Pujiwatie Hatta (87,9%), Amran (94%) tidak memberikan penilaian terhadap kinerja mereka di DPR RI ini” sambungnya.

Pada aspek tingkat kepuasan terhadap kinerja anggota DPR RI di dapil Sul-Sel II dan III, dari persentase pemilih yang tahu soal kinerja masing-masing wakilnya, tampak tidak begitu signifikan atau memuaskan.

Dari data survei CRC, tingkat kepuasan terhadap kinerja anggota DPR RI dapil SulSel II dan III yakni: Akbar Faizal (15,2% puas, 8,1% tidak puas), Andi Akmal Pasluddin (2,6% puas, 4,9% tidak puas), Syamsu Niang (4,9% puas, 5,2% tidak puas), Syamsul Bachri (1,9% puas, 5,2% tidak puas), Andi Rio Idris Padjalangi (8,7% puas, 6,1% tidak puas), Andi Iwan D Aras (3,9 puas, 5,8% tidak puas), Muhammad Nasyit Umar (1,9% puas, 4,2% tidak puas), Andi taufan Tiro (11,7% puas, 5,2% tidak puas), Andi Ghalib (3,9% puas, 4,9% tidak puas). Kemudian di dapil SulSel III: Luthfi A Mutty (23,9% puas, 2,8% tidak puas), Markus Nari 17,8% puas, 4,0% tidak puas), Andi Fauziah Pujiwatie Hatta (6,5% puas, 4,7% tidak puas), Andi Nawir 9,4% puas, 3,4% tidak puas), Bahrum Daido (11,9% puas, 2,5% tidak puas), Amran (2,5% puas, 2,5% tidak puas), Fatmawati Rusdi (14,4% puas, 4,0% tidak puas).

“Jika diurut dari data yang ada, tingkat kepuasan pemilih yang paham terhadap kinerja wakilnya di parlemen tertinggi diraih oleh Akbar Faizal dan Luthfi A. Mutty di dapilnya masing-masing. Meskipun secara persentase tidak signifikan. Hal ini boleh jadi karena intensitas mereka melakukan sosialisasi terkait pencalonan mereka sebagai balon Gubernur Sulawesi Selatan pada pilkada mendatang” ulas Herman.

Herman mengungkapkan data hasil survei ini merupakan bentuk otokritik terhadap peningkatan kualitas kinerja wakil rakyat dengan harapan ke depan, mereka lebih menunjukkan konstribusinya bagi pengembangan daerah masing-masing.
“Ketidaktahuan ataupun ketidakinginan masyarakat dalam melakukan penilaian terhadap kinerja wakilnya bisa saja karena kurangnya sosialisasi atau kerja-kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan mereka,” tutupnya.

Survei dilakukan dengan menggunakan penarikan sampel secara acak. Jumlah sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan dugaan (margin error) +/- 3,4% pada selang kepercayaan 95%. Sampel terdistribusi secara proporsional. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner oleh tenaga yang terlatih di bulan Maret 2016. Lingkup penelitian adalah responden yang sudah dewasa, yaitu berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.***


div>