MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Gayung Agus Akhirnya Bersambut

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 01 Maret 2017 09:39
Gayung Agus Akhirnya Bersambut

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Kehadiran Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerindra Fadli Zon yang membawakan kuliah umum di Universitas Islam Makassar (UIM), disinyalir sebagai salah satu upaya DPP melakukan pemetaan terhadap figur yang berpotensi menakhodai Gerindra Sulsel.

Sejauh ini nama Idris Manggabarani yang disebut sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel menggantikan La Tinro la tunrung belum sepenuhnya aman. Pasalnya DPP belum memberikan kepastian adanya jadwal pelantikan Ketua DPD termasuk penegasan figur yang ditunjuk sebagai Ketua Gerindra.

Kehadiran Wakil Ketua DPR RI ini di Kampus yang dipimpin Majdah Agus Arifin Nu`mang, terkesan menguatkan skenario Gerindra Sulsel bakal dimpimpin kader eksternal, khususunya kepada Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu`mang. Selain itu kehadiran Fadli Zon, juga mengindikasikan arah dukungan politik Gerindra di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Sebelum memberikan kuliah umum dan khalaqah kebangsaan, di UIM, Fadli Zon terlebih dahulu memberikan penghormatan dan melantunkan sebait d’oa seraya mengucapkan semoga Wagub yang hadir akan menjadi Gubernur Sulsel nanti. “Yang terhormat pak Wagub Sulsel yang hadir, Do’a kami semoga menjadi Gubernur nanti,” ucap Fadli Selasa (28/2), diamini oleh peserta yang hadir dalam kuliah umum tersebut.

Usai kegiatan, Fadli meluangkan waktu memberikan keterangan pers kepada awak media terkait tema kuliah umum “Menggapai jiwa politik dan karakter kebangsaan”. Saat ditanya perihal potensi Agus AN menahkodai Gerindra Sulsel,  Fadli menyerahkan sepenuhnya kepada internal DPP. “Kalau soal kemungkinan pak Agus di Gerindra, nanti lah dibicarakan di internal DPP,” ujarnya.

Selain itu, perihal kemungkinan siapa Ketua Gerindra Sulsel yang diinginkan DPP, Fadli secara tegas menyebutkan hingga saat ini Gerindra Sulsel belum punya ketua. “Gerindra Sulsel saat ini belum belum ada ketua,” terang aktivis 1998 ini.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini pengurus DPP masih fokus melanjutkan Pilkada DKI putaran kedua sehingga pembenahan kepengurusan di daerah, akan dilakukan setelah Pilkada 2017 sepenuhnya rampung. “Gampang mau Lantik siapa Ketua, sementara masih fokus ngurus Pilkada DKI Jakarta putaran kedua,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Kehadiran Fadli di Makassar, didampingi Anggota DPR RI Azikin Solthan dan beberapa anggota DPRD Sulsel dan Kota Makassar.

Sementara Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang yang hadir enggan berkomentar banyak.  Menurutnya keinginannya untuk maju di Pilgub  adalah dorongan  dari masyarakat untuk melanjutkan pembangunan di Sulsel.

Terlepas dari itu, Agus menanggapi pertanyaan awak media perihal potensi bergabung di Partai Gerindra. Dirinya masih melakukan jalinan komunikasi politik untuk menghadapi Pilgub 2018. “Kalau soal gabung nanti dilihat. Kalau ada partai yang buka peluang saya utamakan Pilgub,” singkat Agus.

Selain itu Agus mengatakan, untuk memimpin Partai Gerindra Sulsel mesti melalui sejumlah syarat dan pertimbangan. “Tidak sembarang orang yang bisa memimpin Gerindra di Sulsel, karena yang tentukan itu adalah tergantung pak prabowo, Kalau butuh eksternal yah kita liat nanti, bakal ada kejutan,”ujarnya.

Sementara, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Dr Hamdan Juhannis di sela-sela acara menilai, sosok Agus AN memiliki peluang besar untuk dilirik parpol menuju Pilgub 2018. “Pak Agus sosok pekerja, niatnya melanjutkan pembangunan di Sulsel. Pasti ada partai pendukung,” tutur penulis buku ‘Melawan Takdir’ ini.

Menurut, Wakil Rektor  IV, Bidang Kerjasama UIN  Alauddin Makassar itu. Agus punya potensi untuk memajukan Sulsel jika diamanahkan menjabat Sulsel pada Pilkada Sulsel nanti. “Dengan berbekal pengalaman, pak Agus bisa membawa Sulsel ke arah lebih baik,” pungkasnya.

Menanggapi pernyataan belum adanya pengakuan DPP perihal jabatan ketua Gerindra Sulsel, disambut positif jajaran pengurus. “Dari awal sudah saya sampaikan, belum ada ketua Gerindra Sulsel. Kalau ada yang ngaku itu hanya individu, bukan atas nama partai,” kata Sekretaris DPD Gerindra Sulsel, Apiaty Amin Syam.

[NEXT-RASUL]

Apiaty menilai bahwa pengakuan Idris Manggabarani sebagai Ketua DPD merupakan tindakan sepihak yang dilakukan di luar mekanisme partai. Tindakan ini lanjut dia, bisa mencederai partai di mata masyarakat. Selain itu, akan menciptakan dualisme kepengurusan dan mengingkari pengurus yang sah sesuai aturan dan mekanisme organisasi.

“Selama belum ada SK, jangan ngaku-ngaku. Kalau sudah ada maka kita akui, tapi saya pikir DPP pintar untuk menentukan siapa Ketua Gerindra Sulsel,” katanya.

Apiaty menambahkan bahwa kepengurusan yang sah masih dipimpin pengurus yang lama. Sehingga kebijakan partai akan masih menjadi kewenangan pengurus lama. “Tentu kami sebagai pengurus lama masih punya kewenangan untuk menjalankan partai sampai SK baru dikeluarkan,” terangnya.(E)


div>