SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Gedung Serba Guna CPI Butuh Investor

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 02 Maret 2018 11:28
Gedung Serba Guna CPI Butuh Investor

Desain wisma negara yang tersambung dengan gedung serba guna CPI. ASHAR ABDULLAH/RAKYATSULSEL/C SOFT LAUNCHING. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan Soft Launching Gedung Serbaguna Wisma Negara di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Rabu (2/8).

* Gubernur Tak Ingin Bebani APBN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Biro Pembangunan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel, Jumras membeberkan progres pengerjaan gedung serba guna di kawasan Center Point Of Indonesia (CPI) yang saat ini sudah selesai ditender. Untuk pengerjaan selanjutnya, masih menunggu hasil design oleh pihak konsultan.

Menurut Jumras, nilai kontrak sebesar Rp1,15 miliar dari APBD itu masih membutuhkan investor untuk pengerjaan fisiknya.

“Jadi kita anggarkan di APBD tahun ini. Anggarannya Rp2 miliar untuk biaya pengawasan dan konsultannya. Kita harap ada investor namun hingga kini belum ada tanda-tanda,” ungkap Jumras, Kamis (1/3) kemarin.

Kata Jumras, anggaran Rp2 miliar ini sudah sepaket dengan medical advance and geriatrik hospital, coral center, dan perpustakaan modern. Pembuatan design sendiri akan memakan waktu sebulan.

“Maret ini sudah mulai design. Kita target sebulan, sehingga bulan April sudah bisa mulai dikerja fisiknya. In sya Allah tahun depan sudah bisa selesai sisi kanannya,” jelasnya.

Untuk RS internasional lanjut usia dan coral center dibangun di satu gedung melebar. Lokasi pembangunannya tepat di kepala garuda sesuai master plan CPI.

Sesuai desain bangunan, RS internasional berada di sisi kanan sementara Coral center berada di sisi kanan gedung. Satu gedung ini akan dibangun 7 lantai dengan total luas lantai mencapai 8.500 meter persegi.

“Perkiraan pembangunannya secara keseluruhan akan membutuhkan dana Rp55,25 miliar. Makanya kita butuh investor,” ungkapnya.

Jumras mengklaim, coral center ini akan menjadi pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia. Kemudian di lantai tertinggi akan dilengkapi perpustakaan modern, taman dan akuarium raksasa. Sementara RS internasional akan dikhususkan untuk merawat pasien lanjut usia.

“Sebenarnya tidak hanya merawat tetapi juga melakukan tindakan pro aktif pencegahan komplikasi pada pasien lansia dan sebagainya,” tukasnya.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebelumnya mengatakan RS ini tidak akan membebani APBN apalagi APBD karena sudah ada beberapa investor tertarik.

Ia mengklaim ini akan menjadi rumah sakit pelopor internasional dengan fasilitas lengkap retire city atau kota pensiunan. (*)


div>