SENIN , 23 JULI 2018

Gelar Operasi Pasar di Blitar, Mentan Dipuji Wagub Jatim dan DPD RI

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 04 Februari 2016 21:14

BLITAR, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, membuka operasi pasar yang digelar Perum Bulog untuk menjaga stablitas harga jagung, pakan ternak hingga telur, di Blitar, Rabu (3/2) kemarin.

Dalam operasi pasar tersebut, Mentan Amran menjelaskan bahwa stok Bulog saat ini ada 400 ribu ton lebih. Untuk stabilkan harga jagung, kata Mentan, akan dipasok 200 ton dengan kisaran harga Rp. 3000 hingga Rp. 3600/kg.

“Sebelum ke sini saya telepon kepala dinas dua kali untuk menanyakan jagung. Makanya saya datang langsung bukan untuk berjanji tapi langsung menyelesaikannya,” ujar Mentan Amran Sulaiman.
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Pangdam V Brawijawa Mayjen Suwardi, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaefullah Yusuf, Anggota DPD RI Munawir serta Kadis Pertanian Jawa Timur Eko Yusuf Wibowo.

Mentan Amran menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir dengan stok jagung saat ini karena stok jagung digudang Bulog mencapai hampir setengah juta ton. “Bahkan akan ada tambahan stok jagung pada masa panen di Februari-April 2016 sebesar 4 juta ton,” janjinya.

Menanggapi gelojak harga di pasar, Mentan mengatakan, hal itu terjadi karena ada supply chain atau rantai pasokan yang masih terlalu tinggi. Karenanya, ia akan melakukan struktur pasar yang untuk mencegah disparitas harga.

“Semua ini kita lakukan untuk memperkuat peternak dan petani. Kita ingin membangun struktur pasar baru,” ujarnya.
Selain operasi pasar, Mentan juga akan melakukan dialog dengan Paguyuban Peternak Unggas di Blitar, yang sehari sebelumnya melakukan demo karena harga jagung naik dan minta Mentan turun.

“Ini saya turun langsung . Pak Pangdam dan Pak Wagub kaget karena saya minta belokkan heli. Saya bilang ingin menemui saudaraku petani, karena saya 20 tahun miskin jadi tahu apa yang bapak-bapak petani rasakan,” kata Mentan.

Dalam kesempatan itu juga, Mentan menyindir perilaku pengusaha yang doyan impor pangan. Menurutnya, semua itu hanya akan melemahkan petani lokal dan memperkuat petani luar.

Dikatakan bahwa adanya sengkarut dalam pengelolaan jagung di dalam negeri karena adanya salah kelola. “Semua ini karena adanya anomaly pertanian yang salah urus dan ada anomaly perdagangan,” ujarnya.
Mentan juga menceritakan bagaimana pada bulan Februari-Maret 2015 lalu, harga jagung jatuh sampai Rp 1500-2000/kg. Dampaknya, kata Mentan, ada 20 juta petani yang rugi dan menderita.

Mentan Amran mengingatkan bahwa bagi petani, 1000 rupiah kerugian tidak bisa dipandang remeh. Karena itulah, Amran tak mau tunduk pada keinginan segelintir pengusaha yang memaksa buka kran impor.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaefullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan bahwa Menteri Pertanian Amran Sulaiman adalah menteri terbaik sepanjang yang dikenalnya.

“Pak Mentan ini adalah menteri yang terbaik sepanjang yang saya kenal. Beliau sangat inovatif,” katanya.

Wakil Ketua Komite 2 DPD RI, Ahmad Mawardi bahkan menyatakan bila dia tak bisa berkata apa-apa karena memang Mentan adalah yang terbaik selama ini. “Saya hanya memanjatkan doa untuk bapak Mentan,” ucapnya.


Tag
  • Kementan
  •  
    div>