RABU , 21 NOVEMBER 2018

Gempa 6,9 SR Timbulkan Dua Korban Jiwa dan Rusak Ratusan Rumah

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Sabtu , 16 Desember 2017 13:15
Gempa 6,9 SR Timbulkan Dua Korban Jiwa dan Rusak Ratusan Rumah

int

RAKYATSULSEL.COM Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang wilayah bagian selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, Jumat (15/12) malam, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan berbagai bangunan di sejumlah tempat.

Berdasarkan data Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka-luka, dan ratusan rumah rusak akibat gempa ini.

Rinciannya, untuk wilayah Jawa Barat 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sementara di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang.

“Dua korban meninggal dunia adalah Hj. Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW 02 Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, dan Ibu Aminah (80) warga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan,” terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/12).

Menurut Sutopo, kedua korban meninggal akibat tertimbun tembok yang roboh akibat gempa. Sementara korban yang mengalami luka-luka, semua dirujuk ke rumah sakit setempat.

Untuk beberapa bangunan yang rusak, terjadi di wilayah kabupaten Pandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara.

Karena pusat gempa ada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Maka, Tasikmalaya menjadi kota yang mengalami guncangan keras dan hancur.

Selain rumah, akibat gempa tektonik tersebut, beberapa rumah sakit diketahui juga mengalami kerusakan, sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit.

Bangunan RSUD Banyumas mengalami kerusakan plafon ambrol, tembok yang retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya. Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

Untuk mengatasi bencana ini, BPBD bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat bahu-membahu membantu penanganan darurat.

Untuk memetakan lebih jauh dampak gempa ini, Kepala BNPB terus berkoordinasi dengan Kepala BPBD dalam menangani setiap dampak dan antisipasi dari gempa bumi. Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkan untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan juga akan terus dilakukan.

Meskipun terjadi gempa susulan sebanyak 7 kali, namun tidak ada dampak merusak dari gempa susulan tersebut. Aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal.

Saat ini, sebagian besar masyarakat yang evakuasi saat adanya peringatan dini tsunami sudah kembali ke rumahnya. Tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa.

(ce1/rgm/JPC)


div>