JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Genderang Pilgub Mulai Ditabuh

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 12 Februari 2018 14:15
Genderang Pilgub Mulai Ditabuh

int

– IYL – Cakka Kantongi Setengah Juta Dukungan
– Tiga Kandidat Diusung Parpol

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akan menetapkan calon kepala daerah yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub), hari ini, Senin (12/2). Hampir dipastikan, Pilgub Sulsel akan diikuti empat pasangan calon.

Dari keempat pasangan calon tersebut, hanya Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka) yang telah mengantongi 501.646 dukungan. Jumlah ini adalah hasil verifikasi faktual lapangan terhadap dukungan rakyat kepada pasangan IYL – Cakka. Yakni jumlah dukungan awal sebanyak 476.734 dukungan, ditambah 24.912 dukungan pada masa perbaikan.

Sementara untuk calon lain, meskipun didukung oleh koalisi partai, namun ada sejumlah partai yang bisa dikatakan hanya sekadar kendaraan saja tanpa ada gerbong. Sebut saja PAN dan PPP. Selain itu, Golkar yang mengusung Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar (NH – Aziz) sendiri sulit dikatakan solid. Penyebabnya, Syahrul Yasin Limpo (kakak kandung IYL), merupakan pengurus DPP Golkar. Sedangkan IYL juga merupakan kader yang cukup lama bernaung di partai beringin rindang tersebut, sehingga tentu saja memiliki loyalitas yang mungkin saja masih tertahan di Golkar.

Komposisi Pengusung dan Pendukung Kandidat. (Dok. RakyatSulsel)

Di gerbong Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), ada PAN, PDIP dan PKS. PAN sendiri diketahui masih bermain dua kaki. Sama halnya PPP yang berada di barisan Agus Arifin Numang – Tanribali Lamo (AAN – TBL), dimana sejumlah kader PPP juga berada dibelakang pasangan IYL – Cakka. Gerindra yang berada dibelakang AAN-TBL bisa dikatakan tidak solid. Pasalnya, mantan Ketua Gerindra Sulsel La Tinro La Tunrung secara terang-terangan mendukung pasangan IYL-Cakka.

Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH), mengaku sangat optimistis menghadapi Pilgub Sulsel. Ketua DPD I Golkar Sulsel ini menegaskan, kader Golkar bersatu dan solid memenangkan kader usungan Golkar di pilgub, karena itu merupakan perintah DPP. Begitu juga dengan elite partai pengusung lainnya.

“Soal dukungan, kami yakin kader internal Golkar maupun partai pengusung tetap solid di barisan NH-Aziz,” kata NH yakin, Minggu (11/2) kemarin.

Terpisah, Juru Bicara AAN – TBL, Rizal Syahruddin, mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika ada elite partai pengusung yang berada di barisan kandidat lain. Ia berdalih, partai pengusung hanya menyerahkan suara untuk maju, dan AAN – TBL optimistis dengan kekuatan figur yang dimiliki.

“Pilgub ini kan soal figur. Selama tidak menggugurkan pencalonan, saya kira tidak masalah,” kata Rizal.

Meski diterpa isu tidak didukung sepenuhnya oleh partai pengusung, ia mengaku jika tiga partai yang mengusung namanya maju di Pilgub 2018 hingga kini masih solid dibarisan terdepan.

“Partai pengusung (Agus-TBL) sampai saat ini masih solid. Respon kader di daerah terbuka buat pasangan ini,” pungkasnya.

Sementara, Juru Bicara (Jubir) IYL – Cakka, Henny Handayani, menuturkan, tim dari IYL – Cakka terus melakukan pergerakan yang terstrukur demi pemenangan kedepannya. Hal itu dilakukan berdasarkan rapat-rapat konsolidasi tim yang dilakukan.

“Memaksimalkan konsolidasi tim, jaringan dan relawan. Fokus pada kerja-kerja pemenangan, agar target bisa dipenuhi,” tutur Henny.

Meskipun pasangan IYL – Cakka maju dengan jalur independen dan bukan dengan koalisi parpol, Henny menegaskan, tim dan relawan IYL – Cakka tidak gentar dengan tim kandidat lainnya yang dibangun berdasarkan koalisi parpol.

“Tim rumah kita selalu optimistis menghadapi pilgub ini. Meskipun kompetitor didukung oleh koalisi parpol. Namun koalisi rakyat dan dukungan parpol yang ada dibarisan IYL – Cakka semakin menambah semangat tim dalam bekerja,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Riset Celebes Research Center (CRC), Andi Wahyu, mengatakan, dinamika serta pergerakan kader parpol di Pilgub Susel untuk memenangkan kandidat sesuai rekomendasi terbilang relatif. Artinya bisa berubah, tergantung kondisi kepentingan politik.

“Kontestasi pilgub merupakan ajang pertemuan banyak kepentingan, dari pekerja politik, kepentingan caleg, pilpres hingga pengusaha,” kata Andi Wahyu.

Menurutnya, tidak heran jika konstalasi politik mudah berubah. Ragam kepentingan tersebut menjadikan soliditas dukungan lebih cair. Meski demikian, ia mengakui saat ini belum ada riset terbaru mengenai elektabilitas empat kandidat Pilgub Sulsel, karena masih dilakukan survei.

“Melihat kekuatan masing-masing kandidat, bisa diprediksi Pilgub Sulsel akan mempertontonkan kontestasi yang sengit, baik dari kekuatan masing-masing figur. Isu dan program, geopolitik, kekuatan jaringan (partai dan relawan), menjadi modal menyatukan kekuatan,” terangnya.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Syarifuddin Jurdi, menilai, pertarungan kandidat di Pilgub Sulsel masih dalam tahap kewajaran. Kandidat masih sibuk dengan segala program unggulannya yang akan ditawarkan ke masyarakat.

“Pertarungan dalam pilgub masih dalam batas yang wajar dan normal. Meski ketegangan antar pendukung sudah kelihatan, masing-masing pasangan calon memiliki basis massa yang kuat,” tuturnya.

Syarifuddin mengatakan, pasangan IYL – Cakka merupakan pasangan yang memiliki pemilih ril berkat dukungan KTP yang dimilikinya untuk melaju di Pilgub Sulsel. Apalagi tentunya, massa pendukung dari pasangan ini sudah tersebar secara merata di Sulsel.

“IYL jelas punya dukungan real melalui dukungan KTP yang telah diverifikasi KPU. Calon lain seperti NA, NH, dan AAN dengan dukungan partai juga memiliki potensi yang sama untuk merebut dukungan massa,” terangnya.

Ia menjelaskan, pada tahapan selanjutnya, kandidat mesti mematangkan kerja-kerja tim pemenangan serta program yang akan ditawarkan. Jangan sampai, apa yang menjadi tujuan awal kandidat tidak sesuai di lapangan.

“Tinggal kerja tim dan program apa yang realistis ditawarkan ke warga itu akan mendukung peningkatan dukungan,” tuturnya.

Pleno KPU Sulsel

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel menggelar pleno terbuka rekapitulasi perbaikan dukungan tambahan jalur perseorangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), di Hotel Clarion, akhir pekan lalu. Pada pleno terbuka tersebut, KPU Sulsel resmi menetapkan IYL – Cakka sebagai bakal calon yang dianggap telah memenuhi syarat sesuai berkas administrasi perbaikan dukungan.

“Setelah dilakukan perbaikan dan penambahan dukungan, maka pleno terbuka KPU menetapkan IYL – Cakka memenuhi syarat calon sesuai berkas perbaikan,” kata Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang.

Asrar menjelaskan, total dukungan untuk calon perseorangan di Sulsel, minimal 480.124. Pada tahap pertama, IYL – Cakka memasukkan 748.484 dukungan. Setelah verifikasi berjenjang, ada kekurangan 3.390. Selanjutnya, pada periode perbaikan IYL – Cakka memasukkan dukungan sebesar 46.464. Setelah verifikasi berjenjang di 24 kabupaten kota, dinyatakan memenuhi syarat sebesar 24.912.

“Jika ditotal, maka jumlah dukungan pasangan IYL – Cakka di jalur perseorangan adalah 501.646 dukungan. Jumlah ini adalah hasil verifikasi awal sebanyak 476.734 dukungan ditambah 24.912 dukungan pada masa perbaikan,” jelasnya.

Sementara, Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latif, menjelaskan, hasil rekapitulasi syarat dukungan perbaikan untuk paslon IYL -Cakka dilakukan setelah sebulan dilakukan verifikasi administrasi dan faktual. Jika sebelumnya paslon ini kekurangan syarat dukungan untuk melakukan pendaftaran melalui jalur perorangan, perbaikan berkas dukungan ini sudah sesuai dengan PKPU.

“Ini sudah sesuai dengan instruksi PKPU. Sebelumnya, pasangan ini tetap dibolehkan mendaftar dengan syarat memperbaiki atau melengkapi kekurangan dari semua dukungan yang kurang dengan menambah dua kali lipat dari jumlah kekurangannya. Sekarang sudah memenuhi syarat,” terangnya. (*)

 


div>