SENIN , 21 MEI 2018

Genjot Pertumbuhan UMKM

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 23 September 2012 08:33
Genjot Pertumbuhan UMKM

int

MAKASSAR-Guna memaksimalkan pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Bank Indonesia (BI) menargetkan perbankan syariah menyalurkan portofolio sebesar 20 persen pembiayaan perbankan syariah disalurkan ke segmen UMKM.

Direktur Eksekutif Departemen Perbankan Syariah BI, Edy Setiadi, mengatakan, tidak hanya mendorong kontribusi bank syariah tetapi juga mendorong untuk memberikan pembinaan, kursus, bahkan membentuk lembaga penjaminan, sehingga komitmen pemberdayaan UMKM ini bisa terwujud dengan baik.

“Dalam hal ini BI menginisiasi seluruh perbankan syariah agar lebih dekat dengan masyarakat, dan minimal penyaluran pembiayaan UMKM bisa mencapai 20 persen. Untuk mewujudkan ini pemerintah juga harus turun tangan untuk mengeksekusi dan membentuk lembaga penjaminan sehingga perbankan syariah berani menyalurkan pembiayaannya untuk UMKM,” jelasnya.

BI sebagai lembaga otoritas bank di Indonesia memiliki peran dalam pemberdayaan UMK. Hal ini dilakukan melalui linkage program. Sebagaimana visi terwujudnya perbankan syariah yang mampu mendukung sektor ril melalui pembiayaan berbagai hasil dan transaksi ril, serta menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

“Ada beberapa pilar yang dilakukan untuk mengembangkan perbankan syariah diantaranya adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, menyediakan infrastruktur yang mendukung terciptanya kinerja yang baik, aliansi strategis yang sinergis, pengembangan produk dan pasar, adanya regulasi dan supervisi yang efektif, dan pemberdayaan nasabah yang efektif,” katanya.

Edi mengatakan, BI melalui Direktorat kredit, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan UMKM telah mengembangkan lebih dari 30 bentuk lending model syariah yang dapat digunakan oleh lembaga keuangan mikro syariah.

“Ada tiga sektor yang menjadi fokus pengembangan yaitu sektor tanaman perkebunan, sektor tanaman pangan Hortikultira, sektor peternakan, dan sektor perikanan,” ujarnya.

Semua produk sudah diterapkan, sektor pertanian di sulsel produktif, jdi produk istisna ijarah akan sangat baik.

Sementara, Area Manager Bank Mega Syariah Surabaya, Deviana Widjaja, mengatakan, prinsip bisnis bank syariah adalah adil (adl), seimbang (tawazun), manfaat (maslahah), dan Universal (alamiyah) yang disingkat Asmu.

“Adapun aktivitas keuangan bank syariah adalah bagi hasil, jual beli, titipan dan jasa, sosial, semua ini bergerak pada sektor ril dan keuangan yang diatur dalam sistem keuangan yang sehat, efisien, dan stabil,” katanya.

Ia menjelaskan, obyek transaksi dari bank syariah berasaskan halal dan bermanfaat, dengan prinsip dan tujuan untuk stabilitas sosial, kelestarian alam, dan lingkungan.

Ada beberapa kendala yang menjadi masalah kenapa sektor bank syariah belum maksimal mengembangkan UMKM, yaitu masalah modal, SDM, dan pemasaran.

“Bank syariah memiliki tiga kendala utama yaitu tidak bankable, jaminan sertifikat tidak ada, dan perijinan yang tidak ada, masalah ini yang menjadi kendala utama sehingga sektor bank syariah tidak maksimal mengembangkan sektor UMKM,” jelasnya.

Untuk menghasilkan kualitas pertumbuhan UMKM yang baik maka perbankan harus aktif mengedukasi, membina, memonitoring, dan melakukan evaluasi terhadap UMKM. (RS10/dul/D)


Tag
div>