KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Gerakan Mahasiswa Sulsel Suarakan Tolak Cagub Pembohong

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Senin , 07 Mei 2018 16:21
Gerakan Mahasiswa Sulsel Suarakan Tolak Cagub Pembohong

Gerakan Mahasiswa Sulsel menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Senin (7/5). (Jejeth/RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gerakan Mahasiswa Sulsel menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Senin (7/5).

Dalam aksi yang digelar oleh puluhan mahasiswa tersebut terdapat sejumlah spanduk penolakan pada Calon Gubernur (Cagub) Sulsel yang melakukan pembohongan kepada masyarakat Sulsel.

“Rakyat menolak cagub pembohong dan Cagub Pembohong kelaut saja, yang tertulis pada sejumlah spanduk yang mereka bentangkan merupakan tulisan yang mengungkap penolakan pada salah satu cagub yang sering membohongi rakyat Sulsel.

Jendral lapangan, Wahyu Saputra dalam orasinya mengatakan, dalam proses demokrasi yang ada di Sulsel haruslah dapat dijaga bersama.

Menututnya, berbagai fenomena bermunculan mulai dari proses awal demokrasi sampai saat ini, salah satu Kabupaten yang menjadi percontohan dan sering digembor-gemborkan terlihat miris karena menjadi bahan jualan salah satu cagub.

“Kami melihat bahwa keindahan Kabupaten Bantaeng bertolak belakang dengan kondisi nyatanya yang sering disebutkan dengan isu-isu media,” katanya.

Ia juga menghimbau, agar pesta demokrasi Sulsel dapat membawa pendidikan politik bagi masyarakat Sulsel bukan malah memberikan kebohongan dan over pencitraan pada masyarakat Sulsel. (*)

Ia juga menyampaikan empat tuntutannya pada aksi tersebut yakni :
1. Stop pencitraan dan pembohongan publik pada pilgub Sulsel
2. Kabupaten Bantaeng tanah subur yang tak harus jadi bahan jualan dalam momentum pilkada Sulsel
3. Perjelas keberpihakan smelter di Bantaeng, apakah rakyat atau hanya sebagai bahan jualan di Pilgub
4. Mari kita gunakan hak suara kita tanpa tendensi dan tanpa pemimpin yang lebih banyak pencitraan dan pembohongan publik.


div>