RABU , 17 JANUARI 2018

Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci Digelorakan di Parepare

Reporter:

Editor:

niar

Jumat , 17 November 2017 19:51

PAREPARE, RAKSUL.COM-Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia tengah menggelorakan Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) di 34 titik Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Parepare yang berlangsung Jumat, (17/11/2017) di Pasar UKM, Kelurahan Labukkang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.

Dari 34 titik tersebut, Kota Parepare menjadi satu-satunya titik di Provinsi Sulsel yang dipilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan langkah awal Kemenpora untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam kegiatan keagamaan masing-masing.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, menyampaikan, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah keistimewaan bangsa yang harus dijaga dengan baik.

“Keberagaman adalah takdir terbaik yang Tuhan pilihkan bagi bangsa Indonesia, maka perlu mendapatkan perhatian lebih untuk menjadikan perbedaan tersebut sebagai potensi bukan sebagai ancaman. Agar kita bisa hidup rukun, harmonis dan berdampingan,” ujarnya.

Lebih lanjut Faisal menambahkan, melalui GPMKS, sisi harmonis ditanamkan kepada para pemuda agar senantiasa menghormati dan memahami ajaran agama masing-masing.

Menurutnya, berdasarkan data BPS pusat tahun 2009-2015, tingkat partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan tiap tahun makin menurun. Yakni dari 67,18 persen pada tahun 2009 ke angka 51,72 persen pada tahun 2015. Data tersebut menjadi landasan utama kami melaksanakan kegiatan GPMKS ini.
“Kami merasa sedih atas data yang dikeluarkan BPS tersebut, tetapi sekaligus menjadi pendorong pemerintah untuk turut andil dalam peningkatan partisipasi pemuda dalam kegiatan keagamaan,” ungkap Faisal.

Diharapkan ke depan kegiatan GPMKS dapat dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga terkait, Pemda, organisasi keagamaan/kepemudaan seluruh lapisan masyarakat hingga lingkungan keluarga, karena masa depan bangsa ini antara lain ditentukan oleh kesadaran kolektif, termasuk pemuda, terhadap penguatan keyakinan agama masing-masing dalam bingkai NKRI yang senantiasa dijiwai dengan nilai-nilai religius.

Sementara, relawan GPMKS, Femmy Tuankotta, mengaku, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memupuk kebhinekaan di kalangan pemuda tanpa memandang suku, ras, dan agama.

GPMKS kata dia, mengemban tanggung jawab besar menyatukan pemuda dari enam agama yang berbeda, dan masing-masing dari mereka akan membacakan kitab suci dalam satu tempat dan waktu yang sama.

“Kita laksanakan untuk pemuda yang ada di Parepare, tujuannya merangsang pemuda untuk menghilangkan skat-skat di antara mereka,” katanya.

Sementara, Wali Kota Parepare yang diwakili Kepala Kesbangpol Kota Parepare, Mustafa mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wujud dalam mempersatukan bangsa, meski berbeda agama.

GPMKS ini diawali dengan Deklarasi Damai Pemuda yang dibacakan Ketua KNPI Kota Parepare, Mustadirham.(Nia)


Tag
div>