SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Gerakan Subuh Berjamaah, Ribuan Anak Penuhi Pantai Losari

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 12 Juni 2017 12:45
Gerakan Subuh Berjamaah, Ribuan Anak Penuhi Pantai Losari

int

RAKYATSULSEL.COM — PELAKSANAAN Gerakan Makassar Salat Subuh Berjamaah (GMSSB) kembali diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar di Anjungan City of Makassar Pantai Losari, Minggu (11/6).

Sedikitnya 10.000 jemaah dari warga berjuluk Kota Anging Mammiri ini ikut melaksanakan salah satu rukun Islam tersebut. Separuh di antaranya adalah anak-anak balita serta usia sekolah dasar dan menengah.

Danny pada beberapa kesempatan sebelumnya memang mengimbau kepada setiap orang tua, jajaran pegawai lingkup Pemkot Makassar, serta guru-guru dan kepala sekolah agar mengajak anak-anak mereka turut serta pada salah satu program religi yang dicetuskannya tersebut.

“Alhamdulillah, Makassar ini senantiasa terlindungi dari mara bahaya sekecil apa pun. Hujan kalau datang hujan yang menyejukkan. Hujan rintik-rintik, kalau tanah sudah tidak sanggup menampung air maka dia berhenti, sekarang juga kita sedang merasakan hembusan anging mammiri, angin sepoi-sepoi salah satu rahmat dan keberkahan bagi kita semua. Semoga berkat amalan ibadah dan doa-doa kita semua, kota kita senantias mendapat keberkahan, Amin,” ucapnya.

Oleh sabab itu, kata Danny, salah satu bentuk kesyukuran warga Makassar yaitu dengan menggelorakan terus semangat beribadah, memperbanyak melakukan berbagai amalia ramadan serta senantiasa bermunajat kepada Allah SWT, agar Makassar senantiasa terlindungi dari marabahaya.

Pada pelaksanaan GMSSB tersebut, Pemkot Makassar menghadirkan dua da’i kondang, mereka dalah H Ahmad Rahman dan H Arifin Nugroho LC, salah satu da’i kondang nasional yang sengaja didatangkan dari Jakarta.

Keduanya pun melayangkan apresiasi atas trobosan wali kota berlatar belakang arsitek ini. Keduanya kompak memandang pentingnya menjaga anak, melibatkan, serta memotivasi dan membiasakan mereka melakukan kegiatan ibadah dan hal-hal positif lainnya.

“Alhamdulillah gerakan ini sangat religius. Insya Allah Pak Wali, jika gerakan ini terus dilaksanakan, Makassar juga akan disebut serambi Mekah, bukan hanya Aceh. Apa lagi melibatkan anak-anak, harapan kita masa depan bangsa ke depan ada di tangan anak-anak generasi muda harapan bangsa,” ujar Ahmad.

Sementara Uztads Arifin mengatakan, negara Indonesia akan tetap selamat dan berkah jika setiap tempatnya, seperti GMSSB ini terus di istiqomahkan.

“Kita dengar begitu banyaknya perbuatan-perbuatan maksiat yang ada, tapi kegiatan seperti ini mampu untuk menahan agar azab Allah tidak hadir. Terlebih dengan hadirnya anak-anak kita yang merupakan aset dunia akhirat kita. Maka itu mungkin saya mewakili seluruh rakyat Indonesia berterima kasih kepada warga Makassar dengan adanya program ini,” tuturnya. (D)


div>