MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Gerindra Coret Enam Nama

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 02 Juni 2017 13:12
Gerindra Coret Enam Nama

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Makassar telah menutup tahapan pendaftaran dan pengembalian berkas formulir pendafataran.

Hasilnya dari 15 bakal calon Wali Kota Makassar yang mengambil formulir, hanya sembilan nama yang dinyatakan lolos dalam tahapan administrasi kelengkapan berkas.

‚ÄúDari 15 orang yang daftar (mengembalikan formulir), yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi hanya sembilan orang,” ujar Ketua Desk Pilkada Gerindra Makassar, Ansar Manrulu.

Sembilan nama tersebut yakni, Andi Mustaman, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, Syamsu Rizal, Haris Yasin Limpo, Nunung Dasniar, Sri Rahmi. Selanjutnya ada nama Adi Rasyid Ali, Rachmatika Dewi, serta Irman Yasin Limpo.

“Selanjutnya sembilan nama itu akan di survei pada bulan Juni dan dilakukan uji kepatutan dan kelayakan,” terangnya.

Sementara itu, lanjut Ansar, enam bakal calon yang tidak lolos dalam tahap verifikasi berkas karena adanya persyaratan yang tidak dipenuhi. Sehingga, ia menegaskan Tim Desk Pilkada Gerindra terpaksa harus mencoret nama-nama itu dan tidak ikut pada tahapan selanjutnya.

[NEXT-RASUL]

“Enam orang lainnya tidak lolos berkas karena tidak komitmen tidak melaksanakan surat pernyataan dan form yang mereka sudah isi dan tanda tangani,” tutur Ansar.

Adapun enam orang calon yang dinyatakan tidak lolos berkas yakni, Nasran Mone, Isradi Zainal, Farouk M Betta, Andry Arief Bulu, Iqbal Djalil, dan Mudzakir Ali Djamil.

Salah satu bakal calon yang tidak lolos verifikasi berkas, Farouk M Betta mengatakan, dirinya tidak lolos verifikasi di Partai Gerindra Makassar karena sebuah persyaratan yang tidak bisa ia ikuti.

Namun, Aru–sapaan Farouk M Betta mengaku, walau tidak melengkapi syarat berkas tetap berbesar hati mengembalikan formulir pendaftaran dirinya ke Gerindra.

“Memang ada sedikit tidak dilengkapi. Pengembalian itu kita harapkan sebagai penghargaan sebelumnya. Penghargaan saya ke Gerindra karena telah menerima saya dengan baik saat mendaftar disana,” ungkapnya.

Persyaratan yang membuat Aru tidak melengkapi berkas pendaftarannya adalah persoalan tujuan politik partai yang berbeda. Dimana, Gerindra menuntut seluruh bakal calon yang akan di usung untuk siap memenangkan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Aru yang merupakan Ketua DPD II Golkar Makassar tidak ingin bermain-main dengan kepercayaan, sehingga ia tidak melengkapi berkas dari Gerindra.

“Setelah membaca form-nya, itukan ada mendukung Prabowo sebagai calon presiden. Dan itu adalah hal yang substansial bagi saya dan saya tidak bisa mengikuti itu,” jelas Ketua DPRD Makassar ini.

Diketahui, Golkar telah berkomitmen untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres nanti. Sehingga, Aru tidak ingin di cap sebagai kader Golkar yang tidak patuh pada perintah partai hanya demi mendapatkan suara dukungan di Pilwalkot Makassar saja.

“Karena saya adalah kader Golkar dan Golkar sudah mendukung Jokowi sebagai calon presiden. Artinya kalau saya bertanda tangan sama aja saya bermain-main. Lebih bagus secara konsisten saja, saya kembalikan karena saya sudah mendaftar tapi saya tidak melengkapi itu,” papar Aru.


div>