RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Gerindra Sebut Momen “Pelukan” Bisa Persatukan Bangsa

Reporter:

Editor:

Iskanto

Kamis , 30 Agustus 2018 20:32
Gerindra Sebut Momen “Pelukan” Bisa Persatukan Bangsa

Momen pelukan Jokowi, Hanifan, dan Prabowo.

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Dalam pertandingan final cabang olahraga Pencak Silat Asian Games 2018 kemarin telah terjadi momen berharga. Seluruh rakyat Negeri ini bisa menyaksikan Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) berpelukan.

Menanggapi hal tersebut, Fungsionaris Partai Gerindra, Anggawira menilai pelukan antara Jokowi dan Prabowo merupakan bukti jika Negeri ini bisa tenang dan damai. Calon pemimpin bangsa ini bisa akur dan menciptakan suasana positif pada kontestasi Pilpres 2019.

“Ya, kemarin itu momen yang bagus. Inilah fakta sejati yang terjadi  pada sesama putra Bangsa. Ditambah lagi, Pak Prabowo dan Pak Jokowi saat itu dalam suasana yang penuh dengan rasa syukur karena putra-putra Bangsa yang sedang bertarung di Asian Games meraih medali emas,” kata Anggawira dalam keterangannya di Jakarta (30/08).

Koordinator Nasional Sahabat Prabowo Sandi ini menyebutkan jika momen berpelukannya Prabowo dan Jokowi menunjukkan persatuan Indonesia meskipun terdapat perbedaan pilihan politik. Selain itu, menurutnya perbedaan pilihan tersebut tidak boleh membuat perpecahan di masyarakat.

“Ya, jadi pelukan Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu inisiatif dari salah satu atlet yang berprestasi. Ia ingin menunjukkan bahwa Negeri ini sesungguhnya bisa tenang, damai, dan akur. Meskipun ada kontestasi dan ada persaingan dalam Pilpres 2019,” Hjelasnya.

Momen pelukan bersama Jokowi dan Prabowo terjadi setelah Hanifan Yudani Kusumah meraih medali emas atas kemenangan melawan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh, Rabu (29/8).

Hanifan langsung berkeliling sambil membawa bendera Merah-Putih, lalu menyambangi area kursi VVIP. Hanifan bersalaman dengan sejumlah orang, termasuk Jokowi. Setelah itu, Hanifan menyalami dan memeluk Prabowo Subianto. Lalu mengajak Jokowi dan Prabowo berpelukan.

“Biar tahu masyarakat Indonesia, Prabowo dan Jokowi tidak ada apa-apa. Hanya itu orang-orang yang sirik karena kesuksesan mereka. Saya sebagai insan silat Indonesia bahwa silat itu artinya silaturahmi. Jadi kita harus jaga menjaga hati kita sama-sama. Kita satu bangsa, satu negara, masak kita harus terpecah-belah karena hal tidak penting,” tutur Hanifan. (*)


div>