SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Gerindra Sudah Siapkan Strategi untuk Menghadapi Ahok Sang Goliat

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 27 Maret 2017 10:20
Gerindra Sudah Siapkan Strategi untuk Menghadapi Ahok Sang Goliat

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Anies Baswedan (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan). foto: dok jpnn

JAKARTA – Partai Gerindra sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengalahkan pasangan Basuki T. Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta ini.

Strategi ini penting, karena bagi Gerindra yang mengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno bersama PKS, lawan yang mereka hadapi punya kekuatan besar. Dia mengibaratkan David menghadapi raksasa Goliat.

Pertama adalah mengawasi, mencegah, dan melawan bersama masyarakat Jakarta pergerakan aktivitas tim relawan Basuki-Djarot agar tidak ada intimidasi, politik uang dan kecurangan dengan sistim IT. Termasuk pergerakan Tim Siluman Basuki-Djarot yang terdiri dari oknum-oknum di pemerintahan mulai dari RT hingga pemerintah pusat ditambah aparat keamanan mulai dari tingkat RT sampai dengan pusat yang akan melakukan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono, lewat pesan singkat sesaat lalu, Senin (27/3).

Kedua, memantau, mencegah oknum-oknum penyelenggara pilkada mulai dari tingkat KPPS hingga KPU; mulai tingkat Panwaslu sampai Bawaslu yang mencoba melakukan kecurangan saat pra pilkada, penyusunan DPTc, pemberian surat pencoblosan saat pencoblosan, perhitungan di TPS hingga tingkat KPUD DKI Jakarta.

“Karena sangat rawan dengan pengelembungan suara Basuki-Djarot dan penghilangan suara Anies-Sandi,” ungkapnya.

Ketiga, terus melakukan sosialisasi pada masyarakat tentang program program Anies-Sandi. Diantaranya, pentingnya partisipasi masyarakat Jakarta dalam ikut menyusun program program pembangunan dan penataan Kota Jakarta jika Anies-Sandi terpilih.

[NEXT-RASUL]

Keempat memperluas jaringan pendukungan untuk memilih Anies-Sandi melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban-paguyuban suku-suku yang tinggal di Jakarta mulai dari tingkat RT sampai dengan pusat, mobilisasi relawan untuk terus memperbesar jaringan relawan untuk Anies-Sandi.

Kelima, menyiapkan dan melatih tambahan relawan-relawan untuk saksi dan pengawas di TPS hingga KPU.

Keenam, yang pasti terus berkampanye yang santun, cerdas dengan tidak melakukan penzoliman dengan cara-cara kampungan dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa serta melakukan kampanye yang menista agama, suku, dan ras kompetitor kita, dan menjunjung tinggi fair play dalam pilkada putaran kedua.

Ketujuh, mencegah masyarakat jangan sampai melakukan tindakan anarkis dan pembalasan jika ada alat alat kampanye Anies-Sandi dirusak, serta jika nantinya banyak kecurangan-kecurangan yang meyebabkan suara Anies-Sandi hilang atau kurang suaranya. (rmol)


div>