SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Gerindra Tak Reken Agus

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 17 Mei 2017 10:35
Gerindra Tak Reken Agus

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Partai Gerindra Sulsel dibawah kendali Idris Manggabarani (IMB) nampaknya tidak memperhitungkan kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang di partai berlambang burung garuda tersebut.

Hal itu dibuktikan saat Agus Arifin Nu’mang yang juga bakal calon Gubernur Sulsel tak diundang menghadiri pengukuhan pengurus dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulsel, yang digelar di Hotel Four Point By Sheraton Makassar, Selasa (16/5).

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani mengaku memang tidak mengundang orang nomor dua di Pemerintah Provinsi Sulsel tersebut.

“Memang kita tidak undang karena ini hanya internal, mereka yang tergabung di kepengurusan DPD Sulsel, para anggota DPRD dan pengurus DPC se-Sulsel,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya ada 70 orang pengurus DPD Gerindra Sulsel yang dilantik oleh Ketua Harian DPP Gerindra, Moekhlas Sidik.

IMB dalam sambutannya menjelaskan banyak hal tentang kondisi partai hingga momentum menghadapi event politik mendatang.

[NEXT-RASUL]

Mantan calon Wali Kota Makassar itu mengaku, tak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan para kader Gerindra, khusunya di tingkat kabupaten/kota.

“Target utama partai tidak akan digapai tanpa usaha dan kerja keras dari para kader. Untuk itu harus ada kerja sama dan kekompakan kader. Mesti bekerja cepat dan cerdas, untuk menggalang dukungan, agar memenangkan di Pilpres 2019,” pesan IMB.

Lebih jauh ia mengatakan, tekad untuk memenangkan Prabowo menjadi Presiden telah bulat. Bahkan, dia rela turun takhta, jika kelak dianggap tak maksimal menjalankan roda kepartaian, dan gagal dalam mengkonsolidasikan partai untuk pemenangan di event politik.

Tak hanya itu, IMB juga menegaskan akan mencopot kader dan pengurus yang dianggap bandel alias lalai dalam mengemban tugas organisasi kepartaian.

“Dan siapa yang tidak bisa mengikuti irama, dan cara kerja DPD, mohon maaf, saya akan keluarkan dari gerbong kepengurusan,” tegas Idris.

Sekretaris Gerindra Sulsel, Rusdin Tabi mengakui jika Agus tak diundang untuk menghadiri prosesi pelantikan dan rakorda karena tidak masuk dalam jajaran kepengurusan Gerindra periode 2017/2022.

“Bagaimana diundang, kan pak Agus tidak masuk dalam kepengurusan Gerindra Sulsel. Itu sebabnya kita tidak kasih undangan atau tidak mengundang dia (Agus),” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Rusdin menyebutkan, dalam proses pelantikan dan rakorda, pihaknya hanya mengundang kader Gerindra di jajaran DPD, DPC dan Legislatif serta DPP.

“DPP, DPD dan DPC kita undang.  Kalau yang tidak masuk jajaran kepengurusan tidak diundang termasuk Pak Agus,” terangnya.

Dia menambahkan, kegiatan rakorda membahas tentang persiapan Pilkada serentak 2018 mendatang. “Yang paling penting pembahasan rakorda adalah seluruh event politik yang ada seperti, pemilihan bupati, wali kota dan Pilgub Sulsel,” pungkasnya.

Sementara itu, mantan Ketua Gerindra Sulsel, La Tinro La Tunrung berpesan agar kader Gerindra  kembali bersatu membangun partai. Menurutnya, cita-cita utama partai yang menginginkan Prabowo menjadi Presiden mesti terwujud.

“Dan inilah salah satu alasan saya, mengapa saya masih berada di Gerindra. Yaitu ingin mewujudkan Pak Prabowo menjadi Presiden,” singkatnya.

Pelantikan pengurus Gerindra Sulsel dihadiri Ketua Harian DPP Partai Gerindra Laksamana Madya Purn Moekhlas Sidik, juga hadir Laksamana Madya Purn Moelyono Wijaya. Mantan Ketua Gerindra Sulsel yang kini duduk sebagai ketua Dewan Penasihat, La Tinro La Tunrung dan anggota DPR RI Azikin Solthan.

Seperti diketahui, Agus juga tak hadir saat peresmian Sekretaris Gerindra Sulsel di Jalan Bawakaraeng, Senin (16/5).

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, dengan tidak diundangnya Agus bisa dikategorikan sebagai salah satu pertanda bahwa Gerindra tidak akan mengusung Agus di Pilgub.

“Sejak pak IMB sudah defenitif mengambil alih kepemimpinan di DPD, sepertinya Pak Agus sudah kehilangan momentum mengendarai Gerindra. Situasinya berbeda, jika seandainya Pak Agus yang menjadi ketua DPD Gerindra,” ungkapnya.

Luhur menjelaskan, salah satu kekurangan Agus untuk mendapatkan usungan dari Gerindra karena merupakan orang baru. Ditambah lagi, didalam struktural Gerindra, Agus belum terdaftar dan hanya sebagai anggota biasa.

“Memang sulit memastikan kader baru bisa langsung di usung. Apalagi kalau kader baru tersebut hanyalah kader non-struktural. Tentu ada juga resistensi internal,” jelas Luhur.

“Kalaupun ada deal-deal sebelumnya, saya kira sangat mungkin di tinjau ulang. Politik biasanya sangat dinamis untuk hal-hal yang terkait dengan komitmen yang strategis seperti ini,” lanjutnya.

Lebih lanjut, kata Luhur, kepemimpinan IMB juga menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Agus apabila ingin memperoleh rekomendasi usungan dari Gerindra Sulsel. Dimana, IMB lebih mengutamakan jumlah target kemenangan ketimbangan mendorong kader sendiri.

“Kepemimpinan IMB sendiri saya liat lebih suka konsep the winner takes all dari pada power sharing dengan menyelesaikan rivalitas faksi internal,” jelasnya.

Saat ditanya terkait DPC Gerindra se-Sulsel yang mendorong IMB dalam kontestasi lima tahunan tersebut. Luhur menjelaskan, terlalu dini apabila IMB menyatakan sikap untuk maju. Jangan sampai nantinya IMB yang baru menakhodai Gerindra tidak fokus dalam tahap pembenahan dan produktifitas partai.

“Untuk maju di Pilgub, manuver-manuver IMB terlalu confidence. Bahkan melegitimasi diri sebagai kandidat dari forum Rakerda. Padahal belum menyelesaikan kerja-kerja rekonsiliasi internal. Bisa kontra produktif terhadap upaya konsolidasi partai,” paparnya. (E)


div>