JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Gerindra Tuntut Victor Laiskodat Minta Maaf Secara Terbuka

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 04 Agustus 2017 11:46
Gerindra Tuntut Victor Laiskodat Minta Maaf Secara Terbuka

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade. foto: net

JAKARTA – Ketua DPP Partai Nasdem, Victor Bungtilu Laiskodat dituntut meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya dalam suatu acara di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini.

Dalam potongan video yang viral sejak tadi malam, polisitisi Nasdem itu menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok ektrimis Islam di Indonesia.

Bukan hanya Gerindra, dalam video tersebut Victor juga berturut-turut menyebut Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) berada di belakang kelompok ekstrimis Islam. Kelompok yang disampaikan akan membentuk negara khilafah.

“Kami menuntut Victor secara resmi dan terbuka meminta maaf ke Gerindra. Pernyataannya dalam acara di NTT itu justru membuktikan bahwa Victor anti Pancasila dan anti kebhinekaan sesungguhnya,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Andre Rosiade dalam keterangannya, Jumat (4/8).

Menurut Andre, ucapan Victor tersebut nyata-nyata pencemaran nama baik Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN. Selain itu berpotensi memicu konflik horizontal karena menyinggung isu agama. Ini kasus serupa yang menimpa eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Andre menekankan, komitmen Prabowo Subianto sejak awal mendirikan Gerindra tidak perlu diragukan lagi. Prabowo Subianto merupakan salah satu prajurit yang berdarah-darah menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita tahu Viktor pendukung Jokowi, kita tahu Victor pendukung Ahok, kita paham. Tapi apakah pembelaan harus dilakukan dengan cara membabi-buta?” tanya Andre.

[NEXT-RASUL]

Andre yang juga mantan Presiden Mahasiswa Trisakti zaman reformasi itu menegaskan, Victor Laiskodat harus meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam. Sebab pernyataannya menyinggung terlalu dalam keyakinan umat Islam.

“Victor harus minta maaf kepada umat Islam, karena telah menggambarkan Islam sebagai agama yang anti terhadap perbedaan. Ini penghinaan luar biasa, partai dihina, Islam juga dihina,” sambung Andre.

Dalam video tersebut, lanjutnya, Islam digambarkan sebagai agama yang ekstrim dan radikal. Indonesia digambarkan bakal menjadi negara yang tidak akan menghargai perbedaan, karena jika negara khilafah terjadi maka umat agama lain akan dilarang.

“Itu kan tidak benar, Islam tidak mengajarkan hal seperti itu. Islam itu sangat menghargai perbedaan. Victor jangan mengomentari mengenai Islam kalau tidak mengetahui secara mendalam tentang Islam. Islam itu agama rahmatan lil’alamin,” urainya.

Apalagi, masih kata Andre, dalam videonya Viktor juga menyinggung soal peristiwa Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 silam. Dengan menyebutkan ‘kita bunuh pertama mereka, sebelum kita dibunuh’.

“Siapa yang mau membunuh Victor? Dan siapa pula yang mau dibunuh Victor? Itu pertanyaannya,” lanjut Andre.

Rencananya, siang ini, Lembaga Advokasi Hukum DPP Partai Gerindra akan melaporkan Victor Laiskodat ke Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat. Pelaporan dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah terhadap Partai Gerindra. (rmol)


div>