SELASA , 12 DESEMBER 2017

“Gertak Sambel” NasDem untuk Indira

Reporter:

Suryadi Maswatu - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Senin , 06 November 2017 14:41
“Gertak Sambel” NasDem untuk Indira

Indira Mulyasari Paramastuti

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sanksi pemecatan terhadap Bendahara DPD NasDem Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti, jika berpasangan dengan petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, dinilai hanya “gertak sambel” yang dilayangkan para elite Partai NasDem.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar, Syarifuddin Jurdi, mempertanyakan keberanian Partai NasDem untuk memberikan sanksi pemecatan terhadap Indira, yang tidak mengikuti instruksi partainya yang memberikan rekomendasi kepada Ketua NasDem Makassar, Rachmatika Dewi, untuk bertarung di Pilwalkot Makassar.

“Petahana Danny Pomanto telah memilih menggandeng Indira sebagai calon wakil. Hal ini berpotensi memecah belah kekuatan Partai NasDem di grass root,” kata Syarifuddin, Minggu (5/11).

Ia menilai, NasDem juga dilematis mengambil keputusan. Partai besutan Surya Paloh ini tak akan berani memberikan sanksi kepada Indira, seperti figur lain yang melanggar keputusan partai.

“Elit NasDem saat ini belum bisa berbuat banyak karena dilematis, lantaran kader NasDem akan dibingungkan antara memilih Cicu (Rachmatika Dewi, red) atau Indira. Bahkan untuk memberikan sanksi kepada Indira bisa jadi hanya ucapan,” ujarnya.
Menurutnya, bisa terjadi perubahan arah dukungan karena Indira juga kader Nasdem dengan potensi yang cukup besar.

“Apakah NasDem akan memecat Indira, kalau benar-benar maju tanpa melalui jalur resmi. Tentu akan sangat tergantung dengan perkembangan politik,” terangnya.
Sementara, Pakar Politik UVRI Makassar, Syaifudin Almugny, mengatakan, peluang Indira berpasangan dengan petahana Danny Pomanto kian jelas. Hal tersebut terbukti saat Indira mulai turun gunung sosialisasi. Indira yang berbaur dengan masyarakat tidak seperti biasanya saat fokus di wakil rakyat.

“Menurut saya, peluang Indira mendampingi Danny kian jelas. Bahkan Indira mulai turun gunung dekat dengan masyarakat, tak seperti saat masih fokus di dewan,” ujarnya.

Penulis buku Politik Tanpa Identitas itu menyebutkan, elit NasDem masih ragu dan takut memberikan sanksi kepada Indira. Itu sebabnya, NasDem hanya mengumbar ancaman belaka, tanpa sanksi yang jelas.

“Jika dilihat NasDem ragu memberikan sanksi kepada Indira. Hanya gertak sambel, dengan dalil menunggu keputusan resmi paket Danny – Indira. Padahal saat ini hampir resmi, tetapi belum ada keputusan NasDem,” terangnya.

Ia menambahkan, dari sekian banyak nama yang akan maju di Pilwalkot Makassar, yang paling menarik adalah munculnya dua srikandi yang berasal dari partai yang sama, yakni Cicu dan Indira. Hal ini membuat elite Partai NasDem bingung sehingga tak bisa berbuat banyak.

“Dari pengamatan yang pasti adalah majunya Indira, secara tidak langsung akan memberi efek domino pada kader partai karena terbelahnya pilihan pada dua sosok srikandi NasDem yang bertarung. Walau resiko politiknya bagi Indira adalah sanksi atau pemecatan sebagai kader yang tidak taat pada usungan partai,” pungkasnya.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Andi Jayadi Nas, mengatakan, kader NasDem memiliki daya tarik yang luar biasa. Dua kadernya dilirik untuk bertarung di Pilwalkot Makassar. Ia menilai, soliditas kader akan tercederai, lantaran kader NasDem akan diperhadapkan pada dua pilihan. Begitupun dengan institusi NasDem yang harus menentukan pilihan terhadap dua kadernya.

“Apakah konsisten memberikan rekomendasi kepada Cicu, atau malah mengalihkan ke Indira. Kalau dia memberikan kepada Indira ini akan menimbulkan efek. Dengan demikian tentu diperlukan strategi kejelian kepada pihak NasDem mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi proses ini. Itu yang paling penting,” terangnya.

Untuk diketahui, NasDem memang belum pernah memberikan warning kepada Indira. Bahkan cenderung memberikan ruang kepada kedua kadernya untuk bertarung.
Indira yang dikonfirmasi membenarkan, jika selama ini belum pernah mendapat warning dari partainya. “Tidak adapi (sanksi). Saya ini masih kader NasDem. Belum ada juga informasi apa-apa dari partai,” ungkapnya.

Perihal adanya elite NasDem memberikan restu, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini tidak ingin berspekulasi. Menurutnya, sampai saat ini belum ada komunikasi dengan elite NasDem. “Belum ada, nanti mungkin dekat-dekat deklarasi (pasangan Danny-Indira), ada rencana saya untuk minta restu dari partai,” tutur politisi perempuan ini.
Sebelumnya, Juru Bicara DPW NasDem Sulsel, M Rajab, mengatakan, NasDem Sulsel tetap akan bersikap, hanya saja masih menunggu kepastian dari paket tersebut. Apakah kepastian paket atau hanya isu saja.

“Yang pasti bahwa, NasDem akan tetap bersikap. Tapi, nanti setelah Danny – Indira resmi berpaket,” kata Rajab.

Anggota DPRD Sulsel ini menuturkan, hingga saat ini paket Danny – Indira dianggap hanya sekedar obrolan warung kopi saja, dan belum pasti. Olehnya, menyoal seperti apa sikap NasDem nantinya, Rajab tetap menunggu pasangan Danny-Indira deklarasi secara resmi.

“Tidak bisa kita memberikan penilaian terhadap sesuatu yang belum terjadi. Kami menunggu kepastiannya,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan informasi yang beredar, paket Danny – Indira yang menggunakan tagline DIAmi 2018 akan melangsungkan deklarasi pada tanggal 22 November 2017 nanti. (*)

 


div>