MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Giliran Bupati Bulukumba Sebut Haram Hukumnya Jual Beli Jabatan

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 19 Februari 2016 13:16
Giliran Bupati Bulukumba Sebut Haram Hukumnya Jual Beli Jabatan

int

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Tidak ada lagi tempat bagi para pejabat Bulukumba yang akan ingin mencari jabatan dengan mengeluarkan sejumlah uang alias membeli jabatan. Mencari jabatan dengan cara membayar tidak akan terjadi dimasa pemerintahannya. Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali menegaskan, tidak akan memberikan tempat kepada pejabat yang seperti itu.

“Haram hukumnya jual beli jabatan. Tidak boleh ada lagi,” tegas Andi Sukri Sappewali, di aula kantor Bupati Bulukumba, Jumat (19/2). Penegasan Bupati Andi Sukri Sappewali disampaikan usai menggelar silahturrahmi dengan para pejabat Bulukumba. Pertemuan dengan pejabat Bulukumba kemarin merupakan bagian dari konsolidasi birokrat.

Sebelumnya, Wabup Bulukumba Tomy Satria Yulianto, juga menegaskan sikap yang sama. Wabup mengaku merasakan dan mendegar keluhan para pejabat termasuk kepala sekolah yang harus mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan jabatan. “Saat ini, sudah tidak ada lagi yang seperti itu (bayar) untuk dapat jabatan,” terang Wabup Tomy Satria Yulianto.

Wabup Bulukumba juga meminta kepada siapa saja (PNS) bila dimintai sejumlah uang bila ingin mengambil surat keputusan (SK) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bulukumba. “tidak boleh ada lagi jual beli kertas (SK),” tegas Wabup Tomy Satria Yulianto.


div>