RABU , 22 AGUSTUS 2018

Giliran Golkar Agung Tinggalkan DjamanTa

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 29 September 2015 11:16
Giliran Golkar Agung Tinggalkan DjamanTa

int

* Elektabilitas Tak Kunjung Meningkat di Pilkada Gowa
* Sabil Rahman Sebut DjamanTa Takut Dievalusi DPP

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Syahrir Syarifuddin dg Jarung – Anwar Usman (DjamanTa) terancam ditinggal partai pengusungnya Golkar di Pilkada serentak Gowa.

Korwil Pemenangan Pilkada Sulawesi Golkar kubu Agung Laksono, Sabil Rahman mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh calon yang diusung Golkar di 11 Pilkada di Sulsel. Salah satunya kata dia, adalah pasangan DjamanTa yang maju di Gowa.

“Ya benar, DPP akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh calon yang direkomendasikan di pilkada. Itu bagian penting dari ikhtiar pemenangan dan karena itu calon tidak perlu kaget untuk kita atau DPP evaluasi tiap saat,” kata Sabil, Senin (28/9).

Menurut Sabil, proses evaluasi yang dilakukan oleh DPP terkait dengan langkah-langkah pemenangan yang selama ini telah dilakukan konstestasi di pilkada serentak. “Soal DjamanTa ya sama saj, tiap saat juga kita evaluasi, jadi tidak perlu kaget. Justru saya ragu jika DjamanTa takut atau risih untuk kita evaluasi,” ujarnya.

Terhadap pengalihan dukungan nantinya kata Sabil, sesungguhnya pilihahn terakhir setelah mempelajari dan mengevaluasi secara objektif langkah yang dilakukan oleh kandidat yang diusung Golkar. Selain itu, tingkat elektabilitas atau survei akan menjadi salah satu pertimbangan partainya mendukung atau tidak pasangan DjamanTa di pilkada.

[NEXT-RASUL]

“Karena itu, harapan kita agar DjamanTa tetap melakukan konsolidasi pemenangan dan tidak perlu merasa terganggu, fokus saja, nanti kita lihat secara seksama bagaimana hasil evaluasinya,” jelasnya.

Sabil sendiri enggan berspekulasi andai partainya benar mengalihkan dukungan. Diketahui di pilkada Gowa ada dua kader Golkar yang juga ikut bertarung, yakni Adnan Puricta IYL dan Tenri Olle YL. “Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, Golkar kubu Aburizal Bakrie secara tegas telah mengalihkan dukungan dari pasangan DjamanTa ke pasangan Adnan Purichta Ichsan YL– Abd Rauf Kr Kio. Pengalihan dukungan tersebut menyusul tingkat elektabilitas DjamanTa tak kunjung meningkat alias paling buncit.

Terkait hal itu, Ketua DPD II Golkar Gowa Kubu Agung Laksono Mappaujung mengakui bahwa gerakan tim DjamanTa dalam melakukan pemenangan dan sosialisasi di pilkada serentak ini memang belum sepenuhnya maksimal.

Hal itu kata dia, lantaran pihaknya masih terus melakukan penguatan struktur pemenangan hingga di tingkat desa keluarahan. Termasuk memperkuat struktur partai Golkar di tingkat ranting.

[NEXT-RASUL]

Meski diakui belum maksimal, namun hal tersebut tidak menjadikan DjamanTa tidak mendapat backup penuh dari Golkar kubu Agung. “Kita tentunya telah melakukan pemetaan dimana DjamanTa bisa meraup suara signifikan pada pemungutan suara nanti,” ujarnya.

Menurut Mappaujung, pasangan DjamanTa bisa saja mendapatkan dukungan suara yang signifikan di kecamatan Bajeng, Bontonompo, Tompobulu, Bungaya, dan Pallangga.

Hal itu lantaran selain karena dukungan rumpun keluarga yang banyak bermukim di kecamatan tersebut, juga karena secara umum perangkat pemenangan hampir terbentuk di lima kecamatan itu.

“Kecuali Somba Opu yang memang menjadi daerah rebutan, karena pemilih terbanyak berada di daerah ini, tapi kami optimis minimal bisa menang di lima kecamatan,” jelasnya.

Terkait dengan tren elektabilitas DjamanTa yang surveinya terus menurun, Mappaujung mengaku tidak merisaukan hal tersebut. Dirinya mengaku tidak terlalu bersandar terhadap hasil survei, karena menurutnya hal tersebut memiliki kecenderungan berubah-ubah.

“Survei kan selalu dinamis, lagian kita masih punya waktu sekitar 3 bulan untuk meningkatkan tren elektabilitas,” ujarnya. Sementara itu Calon Wakil Bupati Anwar Usman mengaku optimis mampu memberikan perlawanan terhadap 4 kontestan lainnya di pilkada Gowa.

[NEXT-RASUL]

Menurutnya sejauh ini pihaknya telah membentuk relawan yang siap melakukan kerja-kerja pemanangan, selain itu pihaknya juga tengah melakukan penguatan tim, khususnya memberikan pelatihan kepada saksi-saksi serta membentuk tim yang bertugas untuk memantau adanya potensi kecurangan yang bisa saja terjadi saat pemungutan suara nanti.

“Tentunya kita akan bertarung secara etis, kita sudah membangun perangkat pemenangan di tingkat desa kelurahan, dan dalam waktu dekat akan memperkuat saksi-saksi yang nantinya akan bertugas di TPS,” kata dia.

Terkait dengan adanya kesan bahwa tim DjamanTa belum secara massif melakukan kerja-kerja pemenangan, hal itu dibantah Anwar Usman. Menurutnya kerja pemenangan DjamanTa hanya kurang tersosialisasi di media, namun hal itu tidak berarti bahwa DjamanTa tidak intensif melakukan kunjungan dan menyerap aspirasi masyarakat.

Menurutnya, dirinya bersama Syafruddin Deng Jarung minimal mengunjungi lima titik setiap harinya. “Salah itu kalau kita ingin menang di pilkada, kemudian tidak aktif turun ke masyarakat, kita selalu memanfaatkan masa kampanye ini dengan maksimal,” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

Sekaitan dengan adanya wacana bahwa DjamanTa akan kesulitan mendapatkan dukungan penuh Golkar, Anwar Usman mengakui hal tersebut. Menurutnya cukup wajar jika nantinya Golkar tidak solid dalam memenangkannya dalam pilkada, mengingat dukungan kader Golkar terpecah kepada tiga pasangan calon.

Meski demikian dirinya mengaku tidak terlalu merisaukan solid atau tidaknya dukungan partai, melainkan tetap optimis bahwa tagline perubahan yang diusung DjamanTa mampu memberikan perlawanan di pilkada nanti.

“Yang jelasnya kalau kita tidak optimis tentunya kami tidak akan maju di pilkada, prinsip kami bahwa dengan semangat perubahan yang dibawa DjamanTa, tentunya kita optimis mendapatkan apresiasi dari masyarakat,” paparnya.

Sementara itu Koordinator Daerah Golkar Sulsel, Hoist Bachtiar mengaku cukup kesulitan dalam melakukan dan mendesain kerja-kerja pemenangan Golkar di Gowa.

Hal itu selain karena terpecahnya dukungan Golkar, sikap Kubu ARB yang berubah-ubah dan menegaskan pemberian sanksi, menyulitkan dibentuknya konsolidasi di berbagai tingkatan Golkar di Gowa.

[NEXT-RASUL]

Untuk itu, Hoist menyerahkan sepenuhnya kepada kader untuk menentukan sikap politiknya terhada usungan maupun dukungan Golkar di Gowa. “Tentunya sebagai korda kita bertugas untuk memenangkan Golkar, dan untuk memenangkan kita juga tidak bisa memaksakan kepada kader ditengah situasi seperti ini,” ujarnya.

Hoist Bachtiar menjelaskan, sejak dari awal proses pengusungan pasangan kandidat kepala daerah di Gowa memang sudah bermasalah, yang beujung pada adanya tiga kader Golkar maju secara bersamaan di Pilkada.

Belum lagi, sikap berubah-ubah dari Kubu ARB yang sebelumnya mengusung DjamanTa kemudian mengalihkan dukungan kepada pasangan AdnanKio.

“Seharusnya DPP terlebih dahulu menarik kembali rekomendasi usungannya, baru merubah rekomendasi baru. Ini kan bisa membuat kader bingung,” jelasnya.

Sebelumya Partai Golkar kubu ARB, mengalihkan dukungannya ke Calon Bupati dan Wakil Bupati Adnan Purichta-Karaeng Kio (AdnanKio) di Pilkada Gowa, melalui surat yang ditandatangani Ketua Harian DPP Golkar MS Hidayat dan Sekjend Idrus Marham, bernomor: R316 / Golkar/VIII/2015 tertanggal 8 Agustus 2015.

Surat edaran tersebut menegaskan agar seluruh kader dan pengurus Golkar menyatukan kekuatan memenangkan AdnanKio di Pilkada Gowa. pengalihan dukungan itu lantaran AdnanKio dinilai secara elektabilitas memiliki peluang menang yang lebih besar dibandingkan dengan empat pasangan lainnya di pilkada Gowa. (E)


div>