RABU , 14 NOVEMBER 2018

Giliran Kapolres Gowa yang Sukses Tangkap Alat Penambang Liar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 23 Agustus 2017 17:11
Giliran Kapolres Gowa yang Sukses Tangkap Alat Penambang Liar

Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (Peti) melakukan sidak tambang liar yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Rabu (23/8) dini hari. foto: ist for rakyatsulsel.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Tim Terpadu Penertiban Tambang Liar (Peti) Kabupaten Gowa terus bekerja menghentikan upaya tambang liar yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di beberapa kecamatan. Terbaru, Rabu (23/8) dini hari, tim ini kembali sukses menangkap alat berat yang digunakan di lokasi tambang liar.

Kali ini, tim yang dipimpin Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar, sukses menjaring satu eskavator plus satu truk yang digunakan mengangkut materi tambang liar. Jika sebelum-sebelumnya tim terpadu melakukan operasi di siang hari, kali ini tim melakukannya malam sampai dini hari.

Pola para penambang liar yang menghentikan aktivitas di siang hari dan baru melakukannya di malam hari hingga dini hari ternyata diketahui tim terpadu. Hasilnya, Selasa malam tim sukses mengamankan satu eskavator yang sementara beroperasi dan satu truk di lokasi tambang liar di Desa Tanrara, Kecamatan Bontonompo Selatan.

Kasatpol PP Gowa, Alimuddin Tiro, yang mendampingi Kapolres Gowa dalam penertiban itu, mengatakan, para penambang liar ini sepertinya memang selalu mencari celah untuk terus beroperasi. Namun, tim dibantu informasi dari masyarakat mampu kembali menjaring alat yang digunakan menambang liar.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, membenarkan adanya satu unit eskavator dan satu truk yang sukses di tangkap.

Para penambang liar sendiri, menurutnya, merubah pola operasi dari siang ke malam hingga dini hari. Hal itu juga yang mendasari tim bergerak sianf hingga dini hari.

“Sekarang mereka merubah pola dengan operasi malam sampai subuh hari. Kita seperti main kucing-kucingan dengan mereka,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, lanjut bupati termuda di Indonesia Timur ini, para pelaku tambang liar ini juga melakukan penjagaan berlapis sebelum lokasi tambang.

“Ada lagi pola baru yang kita dapatkan di lapangan, mereka membuat pos penjagaan di beberapa titik sebelum lokasi tambang,” ungkapnya.

Namun demikian, Adnan memastikan tim terpadu yang dibentuk bersama Muspida akan terus bekerja hingga ada efek jera bagi para pelaku yang terlibat di tambang liar. (***)


div>