KAMIS , 19 JULI 2018

GMTD Perkuat Pertumbuhan Perseroan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 05 April 2018 20:08
GMTD Perkuat Pertumbuhan Perseroan

HM Zulkarnain Arief (kedua kiri) yang baru saja ditetapkan sebagai salah satu dewan komisaris PT GMTD bersama jajaran komisaris dan direksi pada pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT GMTD Tbk periode tahun 2018 di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (5/4). foto: doelbeckz/rakyatsulsel

RUPS Tetapkan Zulkarnain Arief sebagai Dewan Komisaris

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) mengumumkan perubahan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan serta pembagian dividen untuk tahun buku 2017 sebesar Rp1,62 miliar atau Rp16 per saham. Hal ini setara dengan imbal hasil sebesar 0,16 persen terhadap harga per lembar saham Rp10.175 per saham per 30 Desember 2017.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT GMTD yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (5/4).

Pengumuman perubahan susunan dewan komisaris dan direksi perseroan serta pembagian dividen untuk tahun buku 2017 dibacakan langsung Presiden Direktur GMTD, H Andi Anzhar Cakra Wijaya.

Adapun berubahan susunan dewan komisaris adalah penunjukan HM Zulkarnain Arief, Tenriangka, dan Drs M Iskandar Lewa sebagai anggota komisaris perseroan yang baru. Termasuk Iqbal Farabi, Ali Said, dan Danang Kemayan Jati sebagai anggota direksi perseroan yang baru diangkat.

“Saya yakin dengan latar belakang serta pengalaman mereka yang luas di bidangnya masing-masing akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan perseroan dan memperkuat manajemen operasional serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” jelasnya.

“Akhir kata saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bapak Indra Simarta, Johanes Jani, dan H Musyafir Kelana Arifin Nu’mang serta H Erwin Syafruddin Haija dan Andy Gunawan atas kontribusinya selama menjabat sebagai anggota dewan komisaris dan direksi perseroan,” lanjutnya.

Anzhar mengatakan, di tengah-tengah keadaan yang penuh dengan tantangan, perseroan masih tetap dapat menangkap peluang pertumbuhan dan kunci keberhasilan terletak pada penajaman dan inovasi strategi pemasaran yang tertuju kepada konsumen kelas menengah.

Inovasi yang dilakukan, antara lain penyediaan produk yang tepat sasaran untuk setiap segmen, program yang menarik, serta penyediaan fully furnished show unit yang dapat memberikan gambaran yang memikat untuk semua tipe hunian yang di pasarkan.

Selain itu, berdasarkan educated guess bahwa dampak positif dari pelonggaran kebijakan pemerintah terkait industri properti yang telah dirilis pada tahun-tahun sebelumnya seperti kebijakan melonggarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dua yang memperbolehkan inden dan penurunan Loan to Value Ratio (LTVR) akan mulai dirasakan pada tahun ini.

“Perseroan berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan kawasan Tanjung Bunga sebagai kawasan hunian dan komersial terpadu dengan terus menjajaki segmen pasar yang berpotensi melalui penawarkan produk rumah hunian yang terjangkau bagi segala kalangan terutama segmen menengah bawah yang masih memiliki potensi pertumbuhan yang kuat, serta tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Sementara, Zulkarnain Arief, menanggapi penunjukan dirinya sebagai salah satu dewan komisaris PT GMTD, mengatakan, siap mengemban amanah itu.

“Alhamdulillah, kepercayaan ini datang langsung dari sahabat saya, Bapak James Riyadi, pemilik Lippo Grup, sebagai salah satu pemilih di PT GMTD, menjadi salah satu wakil di posisi dewan komisaris PT GMTD. Saya juga heran dengan penunjukan ini, tetapi amanah ini saya harus terima karena datang dari sahabat saya,” jelas Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel ini.

Zulkarnain mengakui, meskipun baru bergabung di perusahaan pengembang properti terkemuka di Makassar ini, namun dia berjanji akan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan perusahaan di masa mendatang.

“Insya Allah, saya akan membantu pengembangan PT GMTD. Prinsip saya sejak dulu selalu perpatikna kepada pepatah ‘di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung’, ketika diberikan amanah, maka di situ saya akan berkarya,” terangnya.

Zulkarnain mengatakan, salah satu target yang akan jadi prioritas adalah memperjuangkan perusahaan ini agar mendapatkan pengakuan dari pemerintah sebagai salah satu perusahaan yang telah banyak berkontribusi dalam pembangunan di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.

“Setelah melihat dan mengamati RUPS Tahunan PT GMTD tadi, maka seharusnya perusahaan ini diberikan penghargan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sebagai perusahann pertama yang melakukan pengembangan kawasan. Perannya dalam pembangunan, telah dirasakan warga Kota Makassar dan Sulsel pada umumnya. Mudah-mudahan kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya.

PT GMTD sendiri pada awalnya didirikan pada tahun 1991 Pemprov Sulsel untuk mengembangkan kawasan 1,000 Hektare (Ha) menjadi daerah wisata Tanjung Bunga. Lippo Grup bergabung pada tahun 1994 untuk mengembangkan kawasan tersebut. Pada tahun 1995, GMTD mulai melakukan studi kelayakan, pembelian tanah, pengurusan izin-izin serta merancang masterplan untuk kawasan tersebut.

GMTD tidak hanya membangun Jalan Metro Tanjung Bunga sepanjang 7 Kilometer (Km) yang menghubungkan kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dan Takalar senilai Rp70 miliar, tetapi juga telah membangun infrastruktur di kawasan tersebut. GMTD mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1997 dan telah terdaftar di Bursa Efek Indoesia pada tahun 2000.

GMTD sebagai pengembang, mengembangkan kota mandiri Tanjung Bunga yang terintegrasi, termasuk klaster perumahan, apartemen, kawasan komersial, kawasan rekreasi dan infrastruktur pendukung. GMTD juga mengelola kota melalui divisi manajemen kota dengan memberikan pelayanan jasa keamanan dan utilitas bagi para warganya.

GMTD merupakan anak usaha dari PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan properti yang terkemuka dan terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, didukung land bank yang luas dan pendapatan berulang yang kuat. GMTD terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp1.320 miliar atau US$96 juta pada 29 Maret 2018. (****)


div>