RABU , 21 NOVEMBER 2018

Golkar All Out di Pemilu 2019

Reporter:

SURYADI-FAHRULLAH

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 07:26
Golkar All Out di Pemilu 2019

ilustrasi (dok Rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Posisi Partai Golkar sebagai partai terbesar di Sulsel terus diusik oleh sejumlah partai.

Sulsel yang selama ini menjadi lumbung suara Partai Golkar terancam diambil alih partai lain. Salah satunya Partai NasDem yang menggaet sejumlah kepala daerah dan PDIP yang siap merebut kursi ketua DPRD Provinsi Sulsel yang selama dijabat kader Golkar.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid (NH) tidak khawatir dengan ancaman parpol lain. Ia meyakini jika Partai Golkar akan tetap mempertahankan posisi sebagai partai terbesar di Sulsel.

Tak tanggung-tanggung, mantan calon Gubernur Sulsel ini memasang target tinggi pada Pemilu mendatang dengan menambah perolehan jumlah kursi disemua tingkatan.

“Baik itu pusat, DPRD Provinsi ataupun DPRD kabupaten/kota. Kita yakin dengan adanya militansi kader untuk menambah jumlah kursi di parlemen akan mempertahankan posisi kursi pimpinan,” kata NH usai Rakornis Golkar di Hotel Fourt Point by Seraton, Senin (8/10/2018).

NH menekankan pada seluruh kader maupun para caleg untuk taat pada aturan. Bahkan NH meminta pada Ketua Umum Golkar, Airlangga untuk menindak tegas kader yang main-main dalam pertarungan.

“Ketua umum harus memberikan teguran keras kepada caleg yang tidak taat aturan. Saya tidak akan segan-segan dan tidak pandang bulu jika ada yang melanggar aturan,” tegas NH.

Ia juga mengungkapkan, jika ada caleg yang tidak menaati aturan, maka ia tidak segan-segan untuk mengumumkan di media untuk tidak dipilih. “Caleg yang tidak taat aturan saya akan laporkan dan umumkan di koran untuk tidak di pilih,” tandas NH.

Menurut mantan Ketua PSSI ini, kedisplinan adalah kunci seluruh organisasi. “Saya tidak mau main-main dalam Pemilu 2019. Partai Golkar adalah partai yang paling siap membawa kemenangan untuk Pemilu 2019,” tuturnya.

Lebih jauh ia mengatakan, semua calon anggota legislatif Partai Golkar fokus memenangkan Pileg. Sementara, yang tidak menjadi caleg fokus memenangkan Pilpres 2019.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengakui jika banyak kader partai berlambang pohon beringin pindah partai karena merasa takut. Karena itu, Airlangga meminta kader untuk tidak takut diintimidasi. “Banyak kader Golkar pindah partai. Kader Golkar Sulsel jangan takut,” tegasnya.

Menteri Perindustrian itu memninta kader untuk tetap fokus pada pemenangan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Dengan demikian, kata Airlangga, Golkar menargetkan 30 persen kemenangan di Sulsel.

Ia juga yakin Golkar tetap akan menjadi lumbung suara di Sulsel. “Sulsel harus jadi lumbung suara Golkar. Saya yakin dengan target-target bisa menang 30 persen, Kursi kabupaten/kota bertambah. Provinsi naik 29 kursi, secara nasional 9 kursi di DPR RI,” terangnya.

Terkait Pilpres, Airlangga mengaku tingkat popularitas dan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf sangat tinggi sehingga kemenangan sudah mulai terlihat.

Ia menegaskan jika Partai Golkar adalah partai yang pertama mensosialisasikan Jokowi. Sehingga dipastikan kader tetap patuh atas putusan tersebut. “Partai Golkar adalah yang pertama melakukan kampanye untuk Jokowi,” tuturnya.

Ia juga mengaku, untuk karja-kerja pemenangan di Pileg dan Pilpers telah dibagi. Bagi kader yang maju sebagai Caleg hanya fokus untuk kemenangan parpol, sementara Pilpers memliki tim nasioal dimana kader Golkar tersebut tidak maju sebagai caleg. (*)


div>