RABU , 22 AGUSTUS 2018

Golkar ARB “Warning” Kader Mbalelo

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 10 September 2015 14:51
Golkar ARB “Warning” Kader Mbalelo

int

* Idrus Marham: Wajib Hukumnya Dukung AdnanKio di Gowa
* Ichsan: Bingung Itu Tanda-tanda Pengkhianatan

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (ARB) turun gunung menyolidkan dukungan kader pada Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa nomor urut 5, Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Kr Kio.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Idrus Marham dan Wakil Ketua, Nurdin Halid bahkan memimpin langsung rapat konsolidasi Golkar Gowa di Hotel Grand Clarion, Rabu (9/9).

Hadir di rapat itu, para pimpinan kecamatan, pimpinan kelurahan dan desa, serta para legislator Golkar di DPRD Gowa. Usai melakukan konsolidasi tertutup, Sekjen DPP Golkar kubu Munas Bali, Idrus Marham, mewanti-wanti kader yang selama ini tidak mematuhi putusan partai.

Menurutnya, partai akan mengeluarkan surat teguran sebanyak tiga kali jika melawan. “Setelah diberikan teguran tiga kali dan masih seperti itu (melawan putusan partai), maka kita akan berikan sanksi. Sanksinya beragam, paling tinggi pemecatan,” kata Idrus.

Politisi asal Kabupaten Pinrang ini, menegaskan, aturan Golkar terkait kader ataupun pengurus yang melawan keputusan partai sangat tegas diatur dalam peraturan organisasi (PO) nomor 13. “Sebelum partai mengambil putusan, semua pengurus dan kader bisa berwacana apa saja. Jika sudah ada putusan, tidak ada kata lain kecuali memenangkan dan memperjuangkan,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Terkait Pilkada Gowa, putusan DPP mengalihkan dukungan ke AdnanKio bukanlah tiba-tiba. Adnan sebagai kader Partai Golkar, menurutnya, sudah melaporkan keinginannya untuk maju sebagai calon independen sejak lama pasca kisruh DPP.

“Rekomendasi pertama untuk memenuhi syarat islah. Makanya rekomendasi diserahkan ke calon yang diajukan pihak Pak Agung Laksono. Soal dukungan, kita sudah menetapkan AdnanKio,” ujar Idrus.

Terkait potensi adanya kader yang mbalelo, Idrus memastikan, jika mereka akan diberikan teguran hingga sanksi yang bisa berujung pada pemecatan. “Partai ini besar karena sistem. Siapapun yang tidak melaksanakan, ada PO yang mengatur. Termasuk anggota DPRD yang coba-coba melawan putusan partai,” tegas Idrus.

Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, menambahkan, jika pengalihan dukungan seperti di Gowa, juga terjadi di Kabupaten Luwu Timur. “Tidak ada alasan bagi kader dan pengurus untuk tidak ikut memenangkan calon yang sudah disetujui DPP,” jelasnya.

Surat keputusan pertanggal 8 Agustus lalu, kata Nurdin, sangat tegas meminta DPD II Golkar Gowa untuk membentuk tim untuk memenangkan paket AdnanKio. “Ada empat poin perintah partai di SK pengalihan dukungan itu. Salah satunya memerintahkan Golkar Gowa untuk segera membentuk tim pemenangan untuk pasangan ini,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Senada dengan Idrus, Nurdin juga memastikan jika Golkar tak pernah ragu memberikan sanksi pada kader yang mengkhianat. “Ini partai yang matang, sudah punya mekanisme yang jelas,” tegas dia,

Sementara itu, Bendahara DPD I partai Golkar Sulsel, Ichsan Yasin Limpo, yang turut hadir dalam rapat konsolidasi itu, menegaskan jika seharusnya tidak ada lagi sikap bingung dari para kader dan pengurus Golkar terkait dukungan. Keputusan DPP, menurutnya, sudah jelas siapa yang harus dimenangkan.

“Tidak ada pilihan bagi seluruh pengurus dan kader yang berada di barisan ARB selain membentuk tim untuk membentuk pemenangan bagi calon yang didukung,” tegasnya. Menurut Ichsan, Golkar punya mekanisme yang berlaku baku, sehingga jika ada yang masih merasa bingung terkait arah dukungan, maka itu adalah tanda-tanda pengkhianatan.

Lebih jauh, Ichsan menambahkan, adanya kader lain yang juga maju di Gowa tak bisa dijadikan alasan untuk bingung saat berbicara organisasi. “Semua memang kader Golkar, tapi kan ada instruksi. Memang bingung kalau mencoba menjadi karakter pengkhianat,” tegasnya.

Sebelumnya, Koordinator Daerah (Korda) Gowa DPD I Partai Golkar Sulsel, Hoist Bachtiar mengaku bingung untuk melakukan kerja-kerja pemenangan di Gowa, karena adanya tiga kader yang maju. Selain Adnan, kader Golkar yang ikut bertarung di Pilkada Gowa adalah Tenri Yasin Limpo dan Sjahrir Sjafruddin Daeng Jarung. (E)


Tag
  • HL1
  •  
    div>