SENIN , 18 DESEMBER 2017

Golkar Bisa Jadi Penonton

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 14 Oktober 2017 11:15
Golkar Bisa Jadi Penonton

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tahapan pendaftaran calon kepala daerah pada Pemilihan Wali Kota(Pilwalkot) Makassar tahun 2018 mendatang kurang tiga bulan lagi. Tepatnya 1 Januari 2018.

Bisa jadi, Partai Golkar cuma akan menjadi penonton lantaran hingga saat ini belum juga menentukan usungannya. Dua kader Golkar yakni Rusdin Abdullah dan Farouk M Betta yang disebut-sebut bakal mengendarai partai beringin belum mendapat lampu hijau dari DPP.

Belakangan, partai yang diketuai Setya Novanto itu disebut-sebut bakal mengusung non kader, yakni CEO PT PSM Makassar, Munafri Arifuddin.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Abdillah Natsir menjelaskan, jika proses tahapan dan survei calon kandidat yang akan diusung Golkar dilakukan oleh pengurus DPC dan DPD di daerah. Sedangkan penentuan hasil rekomendasi adalah kewenangan dan hak prerogatif DPP.

“Dalam aturan sudah jelas sesuai tutorial, mekanisme penjaringan sampai survei dilakukan oleh DPC dan DPD. Nanti penentuan untuk hasil rekomendasi kewenangan DPP,” ujarnya, Jumat (13/10) kemarin.

Menurutnya, sebelum DPP mengeluarkan rekomendasi, ada beberapa hal menjadi pertimbangan DPP dalam menetapkan usungan di Pilkada termasuk Pilwalkot Makassar.

Ia menyebutkan, pertama dilihat dari tahapan proses, kandidat harus mengikuti tahapan, selain itu kata dia, penilaian berdasarkan visi misi kandidat yang dilaporkan tim penjaringan berdasarkan uji fit and proper tes.


div>