SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Golkar Ikut Main Dua Kaki

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Rabu , 26 September 2018 07:36
Golkar Ikut Main Dua Kaki

Nurdin Halid

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dukungan Partai Golkar kepada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 tidak sepenuhnya 100 persen.

Sejumlah caleg partai berlambang pohon beringin itu mencoba main dua kaki dengan membentuk gerakan Golkar Prabowo-Uno (Go PrabU), Golkar Prabowo-Uno untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Padahal dukungan itu sangat bertentangan dengan kehendak partai. Golkar sejak Munaslub telah bulat mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Korbid Pratama DPP Golkar, Nurdin Halid membantah jika Golkar berpaling dari Jokowi-Ma’rif dan mendukung capres lain.

“Tidak ada itu. Golkar bulat mendukung dan memenangkan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf,” kata NH.

Mantan calon Gubernur Sulsel itu menegaskan jika sejumlah kader Partai Golkar masuk dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf. Bahkan di Sulsel, kata NH, kader Golkar dipercaya sebagai ketua tim. “Jadi, kami Golkar tetap solid dukung pak Jokowi dua periode,” tuturnya.

Sebagai, kata dia, wajib memenangkan Jokowi-Ma’ruf dengan cara bekerjasama dengan partai koalisi. Bahkan kata Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia ini, seluruh pengurus Golkar yang terlibat dalam Tim Jokowi-Ma’ruf sebelumnya atas persetujuan dirinya.

“Seluruh pengurus Golkar yang masuk dalam tim adalah usulan saya dan saya tanda tangan untuk jabatan penasehat dan pengarah,” pungkas NH.

Sementara Juru Bicara (Jubir) Golkar Sulsel, Risman Pasigai mempertanyakan sekelompok yang mengatasnamakan Golkar namun mendeklarasikan capres-cawapres lain.

Menurut dia, hingga saat ini belum mengetahui caleg daerah mana yang ingin mendeklarasikan diri atas nama Partai Golkar. “Caleg siapa, daerah mana. Kami tidak mau tanggapi. Yang jelas Sulsel kompak,” katanya.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto mengatakan, kader parpol yang mendukung calon lain memang menjadi persoalan disejumlah partai politik. Seperti yang terjadi di tubuh Partai Demokrat Papua yang mendukung Jokowi-Ma’ruf meski DPP mendukung Prabowo-Sandi.

“Memang gejalanya seperti itu, karena sebaran elektoral ada menunjukan wilayah akan dikuasi salah satu kandidat. Seperti Papua Jokowi menang karena banyak pergerakan elektoral jika Jokowi akan menang di Papua. Begitupula daerah lain yang dominan Prabowo,” kata Andi Ali.

Menurutnya, adanya parpol yang terang-terangan mendukung calon lain karena tidak ingin kehilangan momen politik dimana Pilpres dan Pileg bersamaan. Apalagi, kata dia, partai politik tidak mampu membuat peta kekuatan politik untuk Pilpres.

Ketua Departemen Ilmu Politik Unhas ini menyebutkan, tidak jelasnya peta politik kemenangan di Pilpres ini akan membuat partai-partai lain mengikuti jejak Demokrat dan Golkar. Tanpa terkecuali Partai Gerindra dan PDI-P yang tetap konsisten kepada calon presiden mereka dengan alasan adalah pendukung utama.

“Partai yang tidak konsisten tentu akan memilih main dua kaki, dengan alasan aspirasi dari bawah,” sebutnya.

“Mereka berusaha untuk mencari keuntungan, apalagi mereka Demokrat dan Golkar partai yang pragmatis yang hidup dari tindakan pragmatis untuk memperoleh suara yang besar dari pemilu ke pemilu,” pungkasnya.

Sebelumnya, isu main dua kaki juga gencar terjadi di Partai Demokrat. Kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu terang-terangan mendukung Jokowi-Ma’ruf. Bahkan Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat untuk Pilpres 2019 Agus Harimurti Yudhoyono (AHY ) menegaskan bahwa kader Demokrat bebas menentukan pilihan saat pilpres 2019 nanti.

Adapun kader Partai Demokrat yang mendukung Jokowi-Ma’ruf diantaranya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua Lukas Enembe. Kemudian ada nama Deddy Mizwar dan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. (*)


div>