SELASA , 18 DESEMBER 2018

Golkar “Pungut” Kader yang Dipecat

Reporter:

rakyat-admin

Editor:

Jumat , 18 Agustus 2017 14:17
Golkar “Pungut” Kader yang Dipecat

int

GOWA, RAKYATSULSEL.COM Polemik pergantian Ketua DPRD Gowa terus bergulir. Pasalnya, figur yang ditunjuk menggantikan Ketua DPRD Gowa saat ini, Anzar Zaenal Bate, yakni Andi Ishak adalah figur yang sudah dipecat dari Partai Golkar. Sehingga, keputusan DPP Partai Golkar dibawah kendali Setya Novanto dan Nurdin Halid dinilai sebagai langkah keliru.

Dengan adanya penunjukan tersebut, Partai Golkar seakan tak sadar telah melabrak aturan sendiri. Pasalnya, dalam aturan partai manapun, kader yang dipecat dari jabatan atau struktur tak boleh di “pungut” kembali. Apalagi diangkat jadi pimpinan.

Pemecatan Andi Ishak berdasarkan surat pemecatan sebagai kader dari DPP Partai Golkar, pertanggal 23 Desember 2015 lalu, atau dimasa kepengurusan Aburizal Bakrie. Di Musyawarah Nasional (Munas) lalu, juga tidak ada pengembalian hak Andi Ishak sebagai kader Golkar.

Padahal berdasarkan Peraturan Organisasi Partai Golkar Nomor : 13/DPP/Golkar/X/2011, Perihal: Disiplin dan Sanksi Organisasi Serta Pembelaan Pengurus dan atau Anggota Partai Golkar, dengan tegas disebutkan bahwa pemulihan status seseorang kader yang telah dipecat adalah di Munas. Di pasal 22 PO itu, kader yang mendapat sanksi sebenarnya punya hak melakukan pembelaan.

Tapi informasi yang dihimpun, hal itu juga tidak dilakukan Andi Ishak. Mantan Sekretaris DPD II Partai Golkar Kamaruddin Dg Timung, Rabu (17/8), membenarkan adanya tembusan surat pemecatan Andi Ishak.

“Keputusan DPP soal pemecatan saudara Andi Ishak itu satu surat dengan pemecatan saudara Ridwan Gading, dengan nomor surat Kep-79/DPP/Golkar/XII/2015,” terangnya.

Kamaruddin juga memastikan tidak ada pembelaan yang dilakukan Andi Ishak ke Mahkamah Partai Golkar, apalagi sampai pemulihan status di Munas lalu. Sebagai salah satu sesepuh Golkar di Gowa, ia menilai pergantian posisi Ketua DPRD Gowa yang saat ini dijabat oleh Anzar Zaenal Bate ke Andi Ishak adalah keputusan yang cacat organisasi.

[NEXT-RASUL]

“Bagaimana mungkin DPP mengeluarkan keputusan yang blunder seperti ini. Orang yang sudah dipecat ditunjuk sebagai Ketua DPRD,” ungkapnya.

Ketua Bidang Kepartaian  dan organisasi DPD I Golkar Sulsel, Arfandi Idris mengakui, jika Penggantian Antar Waktu (PAW) Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Andi Ishak yang menggantikan posisi Zaenal Bate adalah kader Golkar yang cacat. Ia pernah dipecat oleh Partai Golkar karena menentang aturan partai.

“Iye pak (Andi Ishak yang PAW ini), pernah dipecat sebagai kader Golkar karena menentang. Pada saat itu momentum Pilkada,” terang Arfandi saat dikonfirmasi via seluler, Kamis (17/8).

Andi Ishak memiliki jejak kelam dalam partai Golkar, pada Pilkada 2015 lalu. Saat itu, ada dua kader yang dipecat yakni Wakil Ketua Golkar Gowa Andi M Ishak dan Wakil Sekretaris Golkar Gowa Ridwan Daeng Gading. Surat keputusan pemecatan Ishak dan Ridwan ditandatangani Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham pada masa itu.

Dalam partai Golkar, Bidang Kepartaian dan Organisasi yang membidangi kader yang bermasalah. Lebih lanjut, Plt Ketua DPD II Golkar Bantaeng ini menjelaskan, aturan partai sudah mengatur untuk diangkat dan diberhentikan kader jika mereka membangkang.¬† “Ada AD/ART partai mengatur sanksi kader,” katanya.

Kendati demikian, ketika ditanya soal dipercayakan kembali kader yang cacat karena dipecat kemudian diangkat jadi pimpinan di dewan, Arfandi tak mau mengomentari lebih jauh. Ia menyerahkan sepenuhnya ke DPP karena keputusan tertinggi ada di DPP.¬† “Itu kembali ke DPP yang menentukan,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Prof Dr Pangerang Moenta, menuturkan, pergantian posisi Ketua DPRD tetap harus mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai pengusung. “Dari segi hukum tata negara tetap harus mengacu pada AD/ART organisasi atau partai pengusul. Jadi kalau yang ditunjuk diakui dan sah sesuai AD/ART dan peraturan organisasi, maka tentu tidak ada masalah,” katanya.

Namun jika itu tidak dipenuhi, kata Pangerang, tentu akan berpolemik. “Mestinya yang clear statusnya. Tidak pernah dipecat. Secara hukum tata negara harus dipatuhi aturan organisasi. Tidak boleh kalau tidak clear,” ungkapnya.

Pergantian ini pun, menurutnya, rawan di PTUN kan. “Dia (Anzar Zaenal Bate) punya hak untuk memPTUNkan. Jika diPTUNkan, maka untuk sementara sampai ada putusan hukum tetap, tidak bisa disimpulkan yang mana yang benar dan yang salah,” terangnya.

Kecuali, lanjutnya, yang diganti menerima, maka tentu akan lain ceritanya. “Tapi kalau diPTUNkan, maka tetap kembali seperti biasa. Ini tidak beda jauh dengan status Pak Fachry Hamsah di DPR RI. Dia sudah dipecat, tapi karena berproses secara hukum, maka harus menunggu sampai ada keputusan hukum tetap,” jelasnya.

Sekadar diketahui, DPP Partai Golkar telah mengeluarkan surat keputusan pergantian posisi Ketua DPRD Gowa dari Anzar Zaenal Bate ke Andi Ishak. Surat keputusan itu tertanggal 31 Juli 2017.

Ketua DPD II Golkar Gowa Abbas Hadi, sebelumnya, mengakui telah menerima surat dari DPP Golkar tersebut. Menurutnya pergantian ini berdasarkan tantangan tugas Golkar kedepannya. Salah satunya mendayagunakan potensi partai yang ada di DPRD, serta mendorong pemerataan pembangunan antar kecamatan baik di dataran tinggi dan rendah.

[NEXT-RASUL]

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad menambahkan, Andi Ishak yang sempat dipecat dari Partai Golkar beberapa waktu tentu akan menjadi buah bibir bagi Golkar. Dimana, tanpa ada informasi yang jelas terkait posisi Andi Ishak di Partai Golkar, tiba-tiba diberikan jabatan sebagai Ketua DPRD.

“Perlu klarifikasi posisi di partainya demi penguatan legalitasnya secara administratif dan politis,” ungkap Firdaus.

Sehingga, kata Firdaus, perlu kejelasan terkait posisi Andi Ishak di Golkar agar sinergitas antara dirinya dengan legislator Gowa dapat lebih optimal. Pasalnya, hal itu tentu akan menjadi tanda tanya tersendiri bagi anggota DPRD Gowa dibawah kepemimpinan Andi Ishak.

“Sebaiknya dipulihkan posisinya di partai agar bisa bekerja lebih maksimal dan bisa berkontribusi pada masyarakat Gowa dan juga partai,” tuturnya. (E)


div>