KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Golkar Tutup Peluang Danny

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 25 April 2017 10:25
Golkar Tutup Peluang Danny

Danny Pomanto, foto: mdfajar/rakyatsulsel

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Peluang Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk mendapatkan rekomendasi Partai Golkar hampir pasti tertutup.

Hal ini terungkap setelah Golkar Makassar menggelar Raker dan menetapkan Ketua Golkar Makassar, Farouk M Betta (Aru) sebagai calon tunggal dari partai berlambang beringin tersebut di Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

“Ini sudah menjadi keputusan partai dan menjadi keputusan semua pengurus Golkar Makassar, melalui Raker yang kita lakukan salah satu keputusan adalah bahwa pak Farouk ini adalah calon tunggal Golkar di Pilwalkot,” ungkap Bendahara Golkar Makassar, Rahman Pina saat ditemui di Warkop Sija, Jalan Boulevard, Makassar, Senin (24/4).

Dikatakan RP–sapaan akrab Rahman Pina, pasca penetapam Aru sebagai calon tunggal, maka Golkar Makassar tidak akan lagi membuka penjaringan bakal calon wali kota. Tidak hanya itu, Golkar hanya akan mengirimkan nama satu nama ke DPP untuk direkomendasikan sebagai calon wali kota dari Partai Golkar.

“Kalau di DPD II sudah final, kita hanya akan mengirim nama pak Farouk ke DPD I untuk selanjutnya di proses ke DPP,” terang Ketua Komisi C DPRD Makassar ini.

Menurutnya, keputusan ini sudah sesuai dengan mekanisme Partai Golkar. Merujuk pada penetapan calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid yang dilakukan melalui aspirasi kader Golkar.

[NEXT-RASUL]

“Kan di DPD I juga menetapakan calon Gubernur tidak dengan penjaringan, saya kira ini sudah sesui dengan mekanisme partai, kita tinggal menunggu rekomendasi jika kesepakatan itu direstui,” tuturnya.

Terkait peluang Danny yang akan dijadikan usungan partai politik dalam menghadapi Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, Supervisor Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif

Saleh mengakui jika berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya medio Desember 2016 lalu, tingkat kesukaan dan elektabilitas kepala daerah berlatar belakang arsitek itu masih sangat tinggi. Angkanya menembus di atas 50 persen.

Namun menurut Arief, hal tersebut bukanlah menjadi penentu bahwa Danny dipastikan akan mengendarai atau diusung oleh partai-partai tersebut.

“Bagi sejumlah partai besar seperti Golkar, NasDem, PDIP, PAN, Demokrat tentu tidak mudah mendapatkan rekomendasi mereka dalam hal mengusung calon. Apalagi partai-partai ini juga memiliki kader yang dianggap mumpuni untuk ikut bertarung pada pilwali 2018 mendatang,” jelas Arif.

Arif memaparkan, dari berbagai figur yang dimasukkan di survei, ada sejumlah nama yang memungkinkan bisa menjadi rival Danny, mereka merupakan kader partai yang dianggap memiliki peluang menjadi penantang, diantaranya yakni Farouk M Betta (Golkar), Andi Rachmatika Dewi (NasDem), Syamsu Rizal (Demokrat).

[NEXT-RASUL]

“Umumnya, mekanisme partai dalam mengusung calonnya untuk maju pada pilkada tentu memprioritaskan kader mereka terlebih dahulu. Sehingga Danny dalam hal ini agar tidak terlalu over confindence. Alasannya, tahapan pilkada masih tergolong lama memungkinkan ada perubahan-perubahan yang terjadi ke depannya,” kuncinya.

Di tambah lagi, kata Arief, karakter pemilih di perkotaan yang heterogen, serta penyebaran informasi mudah diakses untuk mempengaruhi pilihan masyarakat. (isk-ale/C)


div>