SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Gowa Bangun Program Kotaku Berbasis Kawasan

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 07 Februari 2018 20:06
Gowa Bangun Program Kotaku Berbasis Kawasan

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis saat menerima kunjungan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, di ruang kerja Sekda, Rabu (7/2).

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa akhirnya siap menjalankan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) berbasis kawasan pada Agustus 2018 mendatang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis, mengatakan jika penerapannya tinggal menunggu terbitnya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dalam APBN.

“Insya Allah kita target setelah muncul DIPA, maka Agustus atau September kita langsung go project,” ujarnya di ruang kerja Sekda, Rabu (7/2).

Ia mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang datang menyambangi ruang kerjannya hari ini untuk memastikan kesiapan Pemkab Gowa mengenai program Kotaku berbasis kawasan itu.

“Kedatangan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR untuk melakukan verifikasi lapangan melihat kesiapan Kabupaten Gowa untuk program penutasan kekumuhan Kota Tanpa Kumuh berbasis kawasan untuk dimasukkan ke APBN pusat,” tambahnya.

Dirinya mengaku, saat ini kawasan yang akan diprogramkan yakni kawasan di Kecamatan Somba Opu. “Hampir seluruh kawasan yang tersebar di Kecamatan Somba Opu seluas 196,15 hektare,” lanjut Muclis.

Sekadar diketahui, Program Kotaku merupakan program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat untuk mempercepat penanganan kumuh perkotaan. Gerakan 100-0-100 merupakan inti dari program ini. Menargetkan penyediaan 100 persen akses aman air minun, nol persen kawasan pemukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Ini masuk di Visi Misi bupati dan dicanangkan dalam RPJMD jadi harus dijalankan,” ungkap mantan Kepala Bappeda itu.

Terkait hal tersebut, Muclis berharap agar target penuntasan kota tanpa kumuh ini bisa selesai sebelum target nasional.

“Target nasional itukan akhir 2019, kita berharap Gowa bisa berkontribusi dan selesai sebelum target nasional entah itu pertengahan 2019 atau akhir tahun 2018, kita berdoa saja,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Kotaku IV, Nurliah mengatakan bahwa saat ini kabupaten telah mempersiapkan program Kotaku berskala kawasan.

“Tahun 2017 lalu kita sudah selesaikan 10 hektare yang tersebar di 14 kelurahan namun masih berskala lingkungan, dan Insya Allah paling lambat bulan Agustus nanti skala kawasan itu akan mulai jalan, ketika terbit DIPA karena dokumen perencanaan semuanya sudah siap, tinggal tunggu verifikasi lagi dari hasil kunjungan tadi,” tutupnya. (*)


div>