SELASA , 22 JANUARI 2019

GP Ansor Maros Tolak Anggaran Penelitian Untuk Membendung Sungai Majannang

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Kamis , 06 Desember 2018 21:07
GP Ansor Maros Tolak Anggaran Penelitian Untuk Membendung Sungai Majannang

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Maros, Abrar Rahman, menolak tegas anggaran penelitian untuk membendung Sungai Majannang, sebagaimana telah disetujui DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2019.

Menurut Abrar, dengan hanya menganggarkan biaya penelitian dengan opsi membendung air di sungai Majannang, Pemkab Maros dinilainya tidak peka dalam melihat persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah pesisir Maros.

“Ini jelas menunjukkan rendahnya keberpihakan Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, terhadap kebutuhan air bersih setiap musim kemarau yang dialami masyarakatnya yang tinggal dipesisir, khususnya Kecamatan Bontoa,” ungkapnya, Kamis (6/12).

Bahkan, kata Abrar, Pemkab Maros selama ini kurang terbuka dan bahkan terkesan malas membuka ruang diskusi bersama para pakar dan peneliti air demi mencari sumber air.

“Dengan menggelar forum diskusi itu tentu akan memudahkan dalam merumuskan solusi yang efektif dan efisien untuk mengatasi krisis air bersih di Bontoa,” ujar mantan Ketua Umum PB HIPMI Maros Raya ini.

Berdasarkan data yang dikemukakan PDAM Maros, lanjutnya, debit air di Bantimurung sesungguhnya lebih dari cukup untuk dialirkan ke wilayah pesisir Kecamatan Bontoa. Namun Pemkab Maros mengabaikan opsi tersebut.

“Memanfaatkan sumber air dari Bantimurung jauh lebih efisien dan efektif mengatasi masalah krisis air bersih tersebut, dibanding opsi membendung Sungai majannang. Sesungguhnya ini soal political will dan political action yang tidak ada dari pemerintah daerah,” tegas Abrar.

Ia pun berharap masyarakat Maros diseluruh kecamatan bisa menikmati air bersih dengan optimal, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk keperluan bercocok tanam, meskipun lagi musim kemarau. Dengan demikian akan turut berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat yang akan meningkat.


div>