RABU , 14 NOVEMBER 2018

Grab Pantau Orderan Fiktif Melalui Aplikasi Tuyul

Reporter:

Rusman

Editor:

asharabdullah

Rabu , 07 Maret 2018 09:30
Grab Pantau Orderan Fiktif Melalui Aplikasi Tuyul

(int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Grab Indonesia, terus berupaya meningkatkan layanannya kepada konsumen. Untuk itu, perusahaan asal Malaysia yang beroperasi di enam negara di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina ini, terus memantau Orderan Fiktif (Opik), melalui sistem yang diberi nama Aplikasi Tuyul. Aplikasi ini berpusat di Jakarta yang ditangani divisi khusus.

Director of Business Development Grab Indonesia, Bayu Seto menuturkan, selama ini ditengarai banyak driver (sopir) yang melakukan order penumpang secara fiktif, sehingga perlu dipantau agar tidak merugikan perusahaan dan mitranya.

Langkah yang ditempuh Grab Indonesia ini, menindaklanjuti ‘Grab Melawan Opik’ yang telah dikampanyekan, beberapa waktu lalu.

Bayu berkeinginan, driver yang jumlahnya telah mencapai 2,4 juta orang ini, tidak melakukan kecurangan dan tindakan yang merugikan dengan melakukan orderan penumpang secara fiktif.
Bayu mengakui, untuk memaksimalkan program ‘Grab Melawan Opik’ tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan aparat Kepolisian dalam memerangi tindakan kecurangan tersebut.

Oleh karena itu, melalui Aplikasi Tuyul dapat mendeteksi setiap driver yang melakukan kecurangan.
Sistem ini juga menggunakan Algoritma Machine Learning yang canggih dan terus dikembangkan untuk mengidentifikasi dan melawan risiko atau ancaman baru.

“Kita sudah menjalin kerja sama dengan Kepolisian untuk memerangi Opik ini,” bebernya, kemarin.

Bayu mengharapkan, diberlakukannya sistem atau Aplikasi Tuyul ini, ada keterlibatan langsung dari para mitra Grab Indonesia dalam memberantas Opik. Yaitu dengan melaporkan rincian informasi terkait tindak kecurangan yang terjadi pada mitra, penumpang.

Agar sistem ini lebih maksimal, Grab Indonesia menyediakan hadiah sebagai penghargaan bagi pelapor pertama yang menemukan driver dan terbukti melakukan kecurangan yang berdampak pada perusahaan.

Perusahaan yang mengandalkan aplikasi digital ini, telah banyak membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan transportasi.

Khusus di Makassar, jumlah driver telah mencapai 7.000 orang yang terdiri dari roda dua dan roda empat. (*)


div>