MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Gratiskan Seragam dan Alat Tulis, Pemkot Imbau Sekolah Beri Perhatian Khusus Bagi Anak Pengungsi

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 10 Oktober 2018 13:47
Gratiskan Seragam dan Alat Tulis, Pemkot Imbau Sekolah Beri Perhatian Khusus Bagi Anak Pengungsi

int

PAREPARE, RAKSUL.COM -Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan perhatian khusus bagi anak pengungsi, korban bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan menggratiskan seragam dan alat tulis.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdako Parepare, Amarun Agung Hamka mengatakan, jaminan pendidikan menjadi perhatian Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe. Pendataan anak pengungsi yang mulai bersekolah di sejumlah SD dan SMP di Kota Parepare juga tak luput dari perhatian Pemkot.

“Pak Wali menginstruksikan agar Dinas Pendidikan dan Lurah terus melakukan pendataan bagi anak korban bencana yang putus sekolah. Selain pendataan, beliau juga meminta agar menggratiskan kebutuhan sekolah, seperti seragam dan alat tulis,” terang A A Hamka, sapaan eks Adc Gubernur Sulsel, Amin Syam ini.

Hal senada juga dikemukakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Parepare, Arifuddin Idris menjelaskan, saat ini terdata 36 orang anak pengungsi yang sudah mulai bersekolah.

“Saat ini sudah ada 27 orang di tingkat SD dan 9 di tingkat SMP, namun ini baru sebagian kecil yang melaporkan datanya ke Dinas. Kami berharap pihak sekolah segera melaporkan ke kami,” urai Arif, Rabu, (10/10/2018).

Arif mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah memberikan edaran kepada pihak sekolah untuk mendata kebutuhan anak pengungsi yang bersekolah, dan memfasilitasi secara gratis.

“Seperti alat tulis dan baju seragam bagi mereka yang tidak memiliki, harus diperhatikan. Terima mereka tanpa administrasi karena bisa kita cek nanti datanya lewat aplikasi online,” ungkapnya.

Arif juga mengajak kepada pihak sekolah khususnya guru dan peserta didik untuk memberikan perhatian khusus kepada anak pengungsi korban bencana tersebut.

“Hibur mereka setidaknya mengurangi beban dan trauma pasca bencana,” tutupnya. (*)

# Pemkot Parepare


div>