RABU , 21 NOVEMBER 2018

GRIND Sulsel Ajak Pemuda Melek Politik

Reporter:

iskanto

Editor:

Ridwan Lallo

Selasa , 05 Juni 2018 20:25
GRIND Sulsel Ajak Pemuda Melek Politik

Garda Rajawali Perindo (GRIND) Perindo Sulsel, menggelar dialog kepemudaan yang di rangkaikan dengan buka puasa bersama, di Warkop CCR, Jalan Toddopuli, Selasa (5/6).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Garda Rajawali Perindo (GRIND) Perindo Sulsel, menggelar dialog kepemudaan yang di rangkaikan dengan buka puasa bersama, di Warkop CCR, Jalan Toddopuli, Selasa (5/6).

Dialog kepemudaan itu mengambil tema “Generasi Muda Melek Politik, Why Not?”. Hadir sebagai narasumber, Ketua DPW Perindo Sulsel, Sanusi Ramadhan dan Akademisi Universitas Muhammadiah Makassar (Unismuh), Arqam Azikin.

Ketua DPW Perindo Sulsel, Sanusi Ramadhan mengatakan, bahwa perlu pengaruh yang kuat untuk melibatkan diri dalam suatu sistem. Begitu pula dengan sistem politik.

“Untuk terlibat dalam tatanan partai politik, itu perlu sebuah institusional. Intitusional dalam berpikir untuk merubah paradigma. Apalagi anak-anak muda itu cenderung aktif dan memiliki ide-ide yang lebih kreatif,” ungkapnya.

Sanusi menjelaskan, generasi muda merupakan partisipan penggerak awal demokrasi. Sikap pasif kaum muda akan menjadi suatu proses pelemahan demokrasi, karena kaum muda merupakan individu yang sangat kritis dalam menganalisis regulasi dan peka akan pemimpin yang tepat untuk kemajuan negaranya.

“Saya sedikit agak gelisah, padahal kekuatan anak muda itu sangat besar. Pemuda itu memiliki kekuatan yang sangat maha dahsyat, di sejarah juga sangat jelas peran-peran anak muda. Sekarang anak muda kadang kala keluar dari garisnya. Ketika anak muda sudah tidak berani mengambil sikap maka para orang tua yang bisa mengambil alih,” jelas Sanusi.

Sementara itu Akademisi Universitas Muhammadiah Makassar (Unismuh), Arqam Azikin menganjurkan kepada para pemuda untuk langkah awal memajukan diri yaitu mengubah pola pikir dan memperluas wawasan.

“Perbanyak diskusi dan perluas wawasan. Harus memahami truktur kewarganegaraan, politik, etnik, agama dan sebagainya. Teman-teman harus mengubah cara berpikir dan menyesuaikan dengan pengetahuan zaman milenial ini,” jelas Arqam.

Ia melanjutkan, dengan melek politik, pemuda Indonesia juga dapat merasakan keuntungannya yaitu mengerti apakah sistem pelayanan publik di Indonesia sudah memadai atau belum. Karena tatanan politik berpengaruh terhadap kebijakan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Dapat menyerukan ide-ide brilian nan segar yang lebih sesuai di era sekarang.

“Pertandingan politik adalah pertandingan persepsi, jadi harus terus melakukan gerakan-gerakan yang pro terhadap kebudayaan, agama, pendidikan, keperempuanan, dan lainnya,” tutupnya. (*)


Tag
  • Grind Sulsel
  •  
    div>