SELASA , 12 DESEMBER 2017

Groundbreaking Tol Dalam Kota Ditunda

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 12 Oktober 2017 12:00
Groundbreaking Tol Dalam Kota Ditunda

TOL LAYANG. Maket Tol Layang Dalam Kota yang menghubungkan Jalan Tol Reformasi dengan Jalan AP Pettarani sudah dipersiapkan untuk groud breaking, di samping Tol Reformasi, dekat Graha Pena Makassar, Rabu (11/10). Tol layang dalam kota batal peletakan batu pertama atau ground breaking hari ini akibat Menteri PUPR batal hadir, dan ditunda ke tanggal 19 Oktober 2017 mendatang. ASEP/RAKYATSULSEL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Groundbreaking tol dalam kota yang sedianya dilaksanakan 12 Oktober, terpaksa ditunda. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang dijadwalkan hadir, harus mendampingi Presiden Jokowi ke Sumatera.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, groundbreaking akan dilaksanakan pada 19 Oktober, bertepatan dengan Hari Jadi Sulsel ke 348.

Ia pun turun langsung meninjau persiapan groundbreaking tol yang nantinya akan terhubung dengan tol Soetami tersebut. Tenda dan tiang pancang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari di samping area fly over, perempatan jalan AP Pettarani.

“Kebetulan Menteri PUPR dipanggil sama Presiden ke Sumatera. Beliau tidak sempat. Jadi, kita masih carikan waktu dengan gubernur,” ujar Direktur Utama PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV, Anwar Toha, Rabu (11/10) kemarin.

Ketidakhadiran Basuki, membuat proyek infrastruktur lainnya juga batal diresmikan. Termasuk Underpass Simpang Lima Sayang. Pasalnya, kehadiran menteri Basuki sangat diharapkan. Apalagi, tol dalam kota ini adalah pembangunan infrastruktur terbesar di Indonesia Timur.

Untuk tahap pertama, lanjut Anwar, pengerjaan akan dimulai di jalan Pettarani. Panjangnya 4,3 kilometer.

“Mulainya dari seksi dua sejauh 850 meter. Total panjang sekitar 5,1 kilometer,” jelas Anwar.


div>