KAMIS , 21 JUNI 2018

Gubernur Imbau Masyarakat Tak Rayakan “Valentine Day” Berlebihan

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Senin , 12 Februari 2018 18:49
Gubernur Imbau Masyarakat Tak Rayakan “Valentine Day” Berlebihan

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan momen ‘valentine’ atau hari kasih sayang sebagai hari berhura-hura dan tidak bermanfaat.

Menurutnya, hari kasih sayang itu sebaiknya dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan dapat dilakukan di rumah ibadah.

“Saya gak ngerti apa itu valentine, imbauan kita banyak-banyak ke masjid, ke tempat ibadah, karena kasih sayang itu ada di sana,” kata Syahrul, Senin (12/2).

Hari kasih sayang lanjut Syahrul, tidak diwujudkan dengan perayaan, namun dengan kondisi nyata

“Kalau kamu kasih sayang sama orang biasa berbagi dengan orang, melakukan yang baik setiap hari bisa lakukan. Bukan satu hari saja,” terang Syahrul.

Sementara itu, beragam anggapan dari masyarakat terkait perayaan hari valentine yang jatuh setiap tanggal 14 Februari. Ada yang setuju, ada pula yang tidak.

Reski Abdul Hamid (25), mengaku tidak pernah merayakan hari yang banyak dinanti kaum muda itu.

“Tidak pernah merayakan, karena tidak dibudayakan di dalam keluargaku,” ungkap Orin, sapaan akrabnya.

Orin pun tidak memungkiri apabila ada ayang merayakan hal itu. “Tergantung prinsip, setiap orang berbeda-beda, tidak boleh dipaksakan,” katanya.

Hal yang berbeda disampaikan oleh Iin Nurfahraeni Dewi. Ia justru menganggap hari kasih sayang itu tidak masalah jika dirayakan.

“Tidak apa kita rayakan, itu sebagai tanda kalau kita saling menyayangi satu sama lain. Bukan berarti sayang harus sama pacar, tapi sama keluarga juga boleh,” ujar Iin.

Meski begitu, gadis 25 tahun ini juga mengakui bahwa semua hari adalah hari kasih sayang, alasannya karena dirinya juga baru saja menemukan pacar sehingga masih saling menyayangi. (*).

 


div>