MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Gubernur Ingin Tembak Bandar dan Pengedar Narkoba

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 05 Maret 2017 10:00
Gubernur Ingin Tembak Bandar dan Pengedar Narkoba

ILUSTRASI

RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran meminta aparat keamanan berani menembak bandar dan pengedar narkoba.

“Narkoba ini sudah cukup dengan mulut. Sekarang waktunya menggunakan cara sporadis terhadap para bandar yang merusak masyarakat Kalteng, khususnya generasi muda kita,” terang Sugianto, Jumat (3/3).

Menurut dia, banyaknya korban kasus penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Dia menilai, penyalahgunaan narkoba adalah sebuah kejahatan luar biasa yang harus diberantas semua pihak.

“Untuk itu, saya memohon dukungan seluruh alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh komponen masyarakat Kalteng agar bisa bersikap lebih keras terhadap para bandar dan pengedar narkoba. Kami minta aparat berwenang menembak di tempat para bandar dan pengedar,” tegas Sugianto.

Dia bahkan siap berada di barisan terdepan dalam aksi nyata melawan bandar dan pengedar.

“Kita harus melakukan aksi nyata menyelamatkan generasi kita. Bahkan seandainya saja hukum di negara kita memperbolehkan, saya sendiri yang akan turun langsung menembak para bandar dan pengedar narkoba di Kalteng ini,” ujarnya.

Sugianto juga mengaku prihatin mengetahui ada puluhan pelajar yang terjaring BNNP Kalteng.

Para pelajar putra dan putri itu diciduk karena sedang berpesa obat terlarang dan minuman keras.

“Kasihan anak-anak kita. Sebagai bapak, abang bahkan orang tua orang banyak, dan juga pemimpin daerah, saya dituntut harus keras terhadap bandar dan pengedar di Kalteng untuk melindungi anak-anak kita agar tidak ada lagi yang terjerumus. Saatnya bertindak tegas, tembak di tempat,” tegasnya.

Dia mengimbau orang tua, ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan semua komponen masyarakat menjaga moral.

“Karena salah satu cara mencegah narkoba adalah dengan meningkatkan nilai-nilai keimanan, akhlak dan moral. Tanpa itu, akan lebih sulit mencegahnya dan akan membuat mudah terpengaruh. Ini perlu kerja bersama, kita bahu-membahu melawan kejahatan narkoba,” pungkas Sugianto. (nto/top)


div>