SELASA , 16 OKTOBER 2018

Gubernur Letakkan Batu Pertama Masjid An-Nadzir di Gowa

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 01 Februari 2016 13:41

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo meletakkan batu pertama pembangunan masjid An-Nadzir Mawang, Romang Lompoa, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin (1/2).

Pimpinan Jamaah An-Nadzir Ustadz Lukman A Bakti menyebutkan, masjid ini berukuran 12 x 20 meter dengan estimasi 500 jamaah. “Anggaran yang digunakan sekitar Rp 720 juta. Mudah-mudahan ini bisa terealisasi untuk kami menjalankan ibadah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pembangunan masjid ini dilatar belakangi oleh kondisi darurat beribadah jamaah An-Nadzir yang saat ini berpusat di atas batu yang hanya bisa menampung puluhan jamaah. Sementara, jumlah jamaah An-Nadzir berjumlah 130 kepala keluarga (KK).

Lukman pun mengungkapkan, tempat tersebut dulunya tempat melakukan kemusyrikan.

“Tempat ini tempat menyembelih kerbau. Setelah itu orang-orang mengelilingi batu ini, lalu berpesta minuman keras dan berjudi. Tapi Allah memberikan kesempatan bagi umatnya untuk menyelamatkan tempat ini,” ungkapnya.

Ia menceritakan, eksistensi An-Nadzir di Gowa dimulai pada 2007 silam. Walaupun An-Nadzir telah hadir sejak 1998. Selanjutnya, kata Lukman, berbagai dinamika muncul dan melahirkan banyak penilaian subjektif terhadap An-Nadzir.

“Tidak sedikit kontradiktif, bahkan menimbulkan provokasi,” tuturnya.

Kehadiran An-Nadzir, lanjutnya, tidak terlepas dari isu terorisme. Menurutnya, banyak pihak yang menilai dengan gaya penampilan An-Nadzir yang bersurban dan pakaian hitam.

“Itu dinilai ekstrem dan tidak nyaman. Saya menyatakan itu wajar karena mereka tidak paham tentang kami. Melalui sebuah dialog panjang, An Nadzir menjadi terang benderang di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari masyarakat. Apa yang kami gunakan ini adalah sunnah rasulullah. Ini bukan keharusan bagi siapa pun. An-Nadzir tidak pernah anarkis atau memaksa untuk menjalankan ini.


Tag
  • an nadzir
  •  
    div>