JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Gubernur Puji Komitmen Masyarakat Bumi Lamadukelleng

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 31 Maret 2018 10:00
Gubernur Puji Komitmen Masyarakat Bumi Lamadukelleng

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghadiri puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-619 Kabupaten Wajo, di Lapangan Merdeka, Kota Sengkang, Kamis (29/3) kemarin. (HMSSulsel)

WAJO, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) menghadiri puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-619 Kabupaten Wajo, di Lapangan Merdeka, Kota Sengkang, Kamis (29/3). Adapun tema HUT Kabupaten dengan sebutan Bumi Lamadukelleng tahun ini, Melalui momentum hari jadi Wajo ke-619 Mari Kita Jaga Semangat Kebersamaan.

SYL yang tiba disambut dengan tari tradisional Paddupa (tari penyambutan tamu kehormatan) dan masyarakat yang antusias dan telah lama menanti Gubernur dari Makassar. SYL dalam sambutannya, menyampaikan kontribusi Wajo sejak dahulu kala, tercatat di sastra teks Bugis kuno. Serta ketika Sultan Hasanuddin dan kerajaan-kerajaan di wilayah Sulsel melawan penjajah Belanda.

“Orang Wajo punya peradaban yang sangat kuat dari dulu, kita dari dulu memiliki sastra tertinggi I La Galigo,” kata SYL.

Ia menyampaikan, orang Wajo memiliki komitmen tinggi terhadap apa yang sudah disepakati. Ini terjadi saat perjanjian Bongaya, ketika Arung Matowa Wajo dan Kerajaan Wajo menolak perjanjian tersebut.

“Terjadilah perjanjian Bongayya, dimana Kerajaan Wajo satu-satunya yang menentang bahwa tidak ada perjanjian di Wajo dengan Bongayya, di situlah kesetiaan berteman dan idealisme orang Wajo yang tidak bisa diragukan dalam situasi apapun juga,” sebutnya.

Di masa saat ini, di Sulsel kontribusi paling utama, yaitu Wajo menjadi daerah penghasil energi listrik bagi Sulsel.

“Ada beberapa hal strategis Wajo berkontribusi terhadap Sulsel. Yang pertama, (PT) Energi Sengkang memberikan dampak luar biasa dalam sepuluh tahun ini, sehingga kita punya energi listrik,” bebernya.

Selain itu, Wajo semakin maju dengan hadirnya Bendungan Passeloreng sebagai bendungan besar, juga akan memberikan kontribusi di bidang pertanian dan energi.

Sementara, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, mengatakan, keberhasilan kabupaten yang dipimpinnya karena pembinaan dari SYL sebagai gubernur selama 10 tahun. Upaya tersebut, tentu tak lepas dari dukungan Gubernur Syahrul Yasin Limpo, yang ingin melihat semua maju dan lebih baik lagi.

“Kesempatan yang berbahagia ini, rasanya tidaklah berlebihan, saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Wajo menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada komandan SYL atas dedikasi dan pengorbanannya selama 10 tahun,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, SYL mendapatkan gelar kehormatan La Teru Daeng Parani yang memiliki makna yang melekat. Diantaranya, sosok pintar nan jujur, berani dan konsekuen serta watak dan pikiran jernih.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur memberikan bantuan pembangunan Rp 1 miliar. Kabupaten Wajo juga meraih prestasi pencatatan pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Pawai Menggunakan Busana Sarung Sutera Terbanyak, usulan jumlah 3.000 peserta, namun tercatat 12.331 orang. (hms)


div>