MINGGU , 22 JULI 2018

Gubernur Resmikan Bendungan Tabo-tabo

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 24 Februari 2016 17:37
Gubernur Resmikan Bendungan Tabo-tabo

int

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo meresmikan pembukaan saluran induk Bendungan Tabo-tabo di Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, Pangkep, Rabu (24/2). Peresmian ini dilakukan usai memimpin serah terima jabatan bupati Pangkep dari Penjabat Bupati Pangkep, Ruslan Abu kepada Bupati terpilih hasil pilkada 2015, Syamsuddin Hamid dan wakilnya, Syahban Sammana.

“Ini pertanda bagus, baru tadi pelantikan langsung meresmikan bendungan. Artinya pemerintahan ini siap bekerja untuk rakyat, siap bekerja lebih baik lagi kedepan, kalau perlu harus tiga kali lebih baik dari yang lalu,” ucap Syahrul saat membuka sambutan.

Syahrul yang didampingi sejumlah pejabat tingkat provinsi memuji peresmian saluran induk ini. Gubernur dua priode ini juga berharap agar dengan berfungsinya kembali bendungan Tabo-tabo dengan baik maka produktifitas petani juga akan naik karena bertambahnya masa tanam. “Saya mau petani nanti tiga kali tanam padi dalam setahun tidak ada alasan untuk tidak karena Tabo-tabo sudah bagus,” kata Syahrul.

Ia juga memerintahkan jajaran pemeritah untuk ikut menjaga dan mengatur pembagian air. Hal ini untuk menghindari ada orang yang mendapatkan banyak pasokan air sementara yang lain tidak dapat. Dengan pengaturan pembagian air yang baik maka semakin banyak sawah yang bisa diairi oleh bendungan ini.

Selain untuk sektor pertanian, gubernur Syahrul juga berharap agar sektor perikanan dan pariwisatabisa ditumbuhkan di bendungan yang dibangun tahun 1967 ini.

“Bagus kalau disini juga ada perikanan. Kita tebar benih ikan. Bisa juga dibangun fasilitas rekreasi supaya orang bisa berenang. Jadi kalau hari minggu, sudah berenang kita bisa bakar-bakar ikan. Pak bupati bikin itu, nanti kalau ada kendalanya saya akan bantu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid mengaku senang dengan peresmian bendungan ini. Ia mengajak masyarakat untuk mengembalikan semangat bendungan yang ketika dibangun dengan gotong royong oleh masyarakat Pangkep ini.

“Jujur saja, sejak bendungan ini rusak semua orang salahkan saya. Kata mereka, bupati apa itu biar urus air tidak bisa atau nanti Syamsuddin yang jadi bupati air disumur ikut habis,” ucapnya.

“Dengan persemian bendunga ini saya ajak semua masyarakat pangkep untuk mengembalikan semangat Tabo-tabo, semangat kebersamaan, semangat gotong royong,” pungkasnya.

Bendungan ini sempat rusak setelah dua kali diterjang banjir besar pada tahun 2013 dan 2014. Pasca banjir ini ini dilakukan pula dua kali rehabilitasi sementara bendungan dengan menggunakan beronjong. Nanti pada 2015 lalu dengan menggunakan dana APBN dilaksanakan perbaikan bendungan dengan permanen oleh kontraktor PT Bumi Karsa dan konsultan supervisi PT Batara Cipta Perdana. PRoyek yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 Miliar.

“Semoga bendungan ini bermanfaat untuk kita semua dan bisa digunakan sampai 50 tahun atau seratus tahun kedepan dan tidak ada lagi persoalan kekeringan di Pangkep,” harap Syahrul.


div>