KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Gubernur Salahkan Proses Tender

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 26 April 2016 10:35
Gubernur Salahkan Proses Tender

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Sebanyak Rp183 triliun anggaran pemerintah daerah mengendap di bank. Pemprov Sulsel pun disebutkan belum menggunakan anggaran tersebut. Hanya saja, nilainya belum diketahui pasti.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah mengubah pola belanja dan mempercepat penyerapan anggaran. Presiden bahkan mengaku terus memonitor anggaran yang menganggur itu.

Saat dikonfirmasi, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, anggaran yang mengendap di bank itu terpaksa dilakukan karena proses tender baru berjalan awal tahun. Setelah itu, barulah dilakukan pencairan anggaran.

“Awal tahun merupakan waktu dimana proses tender jalan, tidak bisa langsung bagi-bagi uang. Kalau kita tender (Januari), langsung bagi uang bulan Februari, itu namanya belum tender. Orang terima uang nanti setelah selesai tender. Evaluasi proses tender itu 40 hari sodara. Tetapi, yang jelas, semua tender sudah jalan,” kata Syahrul di kantornya, Senin (25/4).

Syahrul mengingatkan, semua anggaran yang sudah dialokasikan harus berjalan sesuai proses yang sudah diatur.

“Berbahaya kalau kita melompat terlalu jauh dari aturan. Tentu saja uang tersimpan dulu di bank. Saya kira ini normatif banget, bahwa ada yang terendap, ya pastilah terendap dulu,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Syahrul pun berpendapat, teguran Presiden Jokowi untuk meminimalisir anggaran yang terendap di bank, itu karena Presiden mau melihat semua berjalan baik. “Kita positif saja. Bahwa kita cepat, harus cepat. Hanya, boleh cepat tetapi jangan sampai bersoal,” pungkasnya. (ril/C)


Tag
div>