KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Gubernur Syahrul: Negeri Ini Butuh Semangat Legiun Veteran

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 15 September 2015 13:38

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan H Syahrul Yasin Limpo membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) X 2015 Legiun Veteran Republik Infonesia (LVRI) Sulselbar yang berlangsung di Hotel Yasmin, Makassar, Selasa (15/8).

Kepada para legiun veteran, Syahrul mengatakan, Legiun Veteran merupakan bagian yang penting bagi rakyat dalam menghadirkan bangsa Indonesia yang lebih baik. “Negeri ini membutuhkan penguatan semangat dari Legiun Veteran,” ucapnya.

Sebab, kata dia, salah satu syarat negara yang baik, tak hanya menghadirkan kepintaran akademik, sains, riset dan teknologi yang canggih. Namun yang paling penting adalah menghadirkan jati diri bangsa. “Caranya adalah menghargai perjuangan veteran, mau menghargai orang tua, serta tidak meremehkan perjuangan masa lalu,” tegas Syahrul.

Dia mengatakan, tak akan ada orang yang korupsi kalau mereka mengingat perjuangan bangsa

Karena itu, Gubernur Syahrul sangat mengapresiasi pelaksanaan Musda. Dia mengatakan, tidak akan ada negara Indonesia tanpa para pahlawan legiun veteran yang melakukan segalanya atas nama negeri.

“Di balik usia senja, masih ada semangat organisasi yang baik. Saya sangat bangga dengan bapak-bapak sekalian. Siapa lagi yang mau hargai veteran kalau bukan kita,” ujarnya di hadapan peserta Musda LVRI X.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD LVRI Sulselbar, Brigjen Punawirawan Bahtiar mengatakan, pelaksanaan Musda X baru dapat terlaksana saat ini, mengingat Almarhum Brigjen Purnawirawan Andi Oddang tidak sempat melaksanakan Musda selama dua kali masa kepengurusan karena adanya permasalahan hukum mengenai aset LVRI.

Ia menjelaskan, pada 2008 lalu, LVRI mengalami permasalahan hukum karena ada pihak yang ingin menggoyahkan yayasan.

“Mereka menganggap yayasan tersebut milik orang tua mereka. Sayangnya, Bapak Andi Oddang kalah di pengadilan. Gugatan dilanjutkan ke Mahkamah Agung,” jelasnya.

Tahun 2010, lanjut Bahtiar, akhirnya gugatan dimenangkan. Yayasan Karya Dharma Sulsel berhak mengelola kembali UVRI dan AMI.


Tag
  • LVRI
  •  
    div>