SABTU , 16 DESEMBER 2017

Gubernur Syahrul : Tidak Gampang Meyakinkan Pemerintah Pusat

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 19 Oktober 2017 12:06
Gubernur Syahrul : Tidak Gampang Meyakinkan Pemerintah Pusat

Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kereta Api, Makassar New Port, Perluasan Bandara Sultan Hasanuddin, Underpass Simpang Lima Sayang, Elevated Road, Stadion Barombong, Center Point of Indonesia, hingga pembangunan empat bendung dan bendungan, merupakan sederat proyek yang membutuhkan anggaran tidak sedikit.

Butuhkan kemampuan dalam melakukan lobi, untuk meyakinkan pemerintah pusat.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengakui, sulitnya meyakinkan pemerintah pusat, untuk membangun proyek infrastruktur yang membutuhkan anggaran hingga triliunan rupiah. Apalagi, di tengah kondisi keuangan Negara yang sedang kurang baik.

“Kami di pemerintah provinsi terus melakukan lobi-lobi untuk memastikan agar anggaran untuk pembangunan proyek infrastruktur di Sulsel tidak dipotong, apalagi dialihkan untuk kepentingan lain,” kata Syahrul, saat ditanya mengenai upayanya dalam meyakinkan pemerintah pusat, baru-baru ini.

Menurut Syahrul, salah satu bargaining atau nilai tawar Sulsel dalam lobi tersebut, adalah posisi Sulsel sebagai pilar utama penyangga pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Sulsel sejauh ini telah “memberi makan” 22 provinsi lainnya di Indonesia.

Dalam artian, beras Sulsel selama ini telah diantarpulaukan. Sulsel surplus beras dua juta ton. Bahkan, Sulsel merupakan penghasil beras sekaligus lumbung pangan terbesar setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Sulsel berkontribusi terhadap pangan masyarakat Indonesia. Karena itu, anggaran pembangunan irigasi dan empat bendungan besar jangan sampai dipotong. Saya paling takut kalau anggaran untuk bendungan ini yang diganggu,” kata pemegang penghargaan Pataka Parasamya Purnakarya Nugraha ini.

Lobi-lobi tingkat tinggi yang dilakukan Syahrul, juga melibatkan anggota DPR RI dan DPD RI asal Sulsel. Tujuannya, agar mereka terlibat aktif dalam mempertahankan konsep pembangunan Sulsel.


div>