SENIN , 17 DESEMBER 2018

Gudang Aspal 4 Ha Pemkot Diduga Dijual

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Senin , 18 April 2016 20:23

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi A Bidang Pemerintahan dan Hukum DPRD Makassar kembali mendapat laporan dari sejumlah warga atas hilangnya aset Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar seluas 4 Hektare (Ha) yang terletak di sekitar Baddoka, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, mengatakan, aset tersebut asal muasalnya merupakan hibah dari Pemerintah Provinsi Sulsel pada 1990-an lalu yang diperuntukkan sebagai gudang aspal yang dikelolah pemerintah kota dalam hal Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar.

“Ini mengejutkan, aset yang seharusnya dibawah pengelolaah PU diduga dijual dengan cara-cara ilegal,” kata Wahab di Kantor DPRD Makassar, Senin (18/4).

Politisi Partai Golkar ini, mengatakan, aset hibah dari Pemprov Sulsel itu, dulunya merupakan tempat penyimpanan aspal berupa hamparan luas tanpa ada bangunan diatasnya seperti gudang dan lainnya. Namun, setelah menjadi kewenangan penuh pemerintah kota untuk mengendalikannya aset itu secara berlahan tidak jelas.

Wahab mengatakan, informasi tentang kehilangannya aset pemerintah itu sejak 2010 lalu. Adapun yang dicurigai mengalih fungsikan lahan tersebut merupakan salah satu oknum pejabat pemerintahan di Kota Makassar yang menjual kepada salah seorang pengusaha ternama. “Ini baru asas praduga tak bersalah, tapi yang pastinya ada oknum terlibat di dalamnya,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi A, Susuman Halim, menambahkan, atas dasar pelaporan itu, pihaknya berharap pihak penegak hukum agar menindaklanjuti. Jika memang ada aset pemerintah yang diduga dijual pada oknum pengusaha maka secara jelas merugikan negara. “Saya kira ini pintu masuk kejaksaan atau kepolisian melakuka penyidikan,” kata Susuman.

Sementara, Kepala Dinas PU Kota Makassar, M Ansar, membantah, adanya aset Pemkot Makassar di bawah kendali Dinas PU Makassar telah beralih kepemilikan pada orang lain. Menurutnya, aset yang dimaksud Komisi A masih tetap ada dan tetap menjadi milik pemkot. “Tidak hilang, lahannya masih di sana,” katanya.

Hanya saja, menurut dia, sejauh ini pihaknya tidak mengetahui luas lahan tersebut. Tapi, kejelasannya masih tetap terdaftar sebagai aset Pemkot Makassar.

Sementara, Kepala Bagian Aset Pemkot Makassar, Erwin Syafruddin Hayya, mengatakan, hal yang berbeda. Menurutnya, selama ini lahan tersebut belum perna tercatat sebagai aset pemkot. Jikapun itu sudah diserahkan, maka pihaknya akan mencari dokumen penyerahan dari provinsi ke pemkot. (***)


div>