SENIN , 20 NOVEMBER 2017

Gunakan Bahan Kimia, PT TOM Dinilai Rugikan Nelayan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 23 Oktober 2017 12:55
Gunakan Bahan Kimia, PT TOM Dinilai Rugikan Nelayan

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Barru Lasminati. Foto: Andi Amril/RakyatSulsel

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – Keberadaan PT Timur Otsuki Mutiara (TOM) di Desa Kupa Kecamatan Malusetasi, Kabupaten Barru menimbulkan masalah.

Perusahaan budidaya mutiara ini diduga beroperasi menggunakan bahan kimia. Akibatnya, hasil tangkapan ikan nelayan lokal menurun drastis.

Salah satu nelayan, Hafid mengatakan, hasil tangkapan mereka selama 4 tahun terakhir terus menurun. ‎Dia menilai kerang PT TOM dibudidayakan dengan zat kimia sehingga ikan menjauh.

“Selain ikan menjauh pengaruh zat kimia, area pemasangan pukat kita jadi berkurang karena dibatasi area budidaya kerang disepanjang pantai Kupa Mallusetasi,” keluhnya.

“Kami berharap, keluhan ini bisa sampai kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Budidaya Perikanan Barru Lasminati, membenarkan keluhan warga Kupa tersebut.

Tapi, hal terserbut bukan wewenang Dinas Perikanan Kabupaten Barru melainkan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel,  karena terkait pengelolaan pemanfaatan wilayah laut.

“Sedangkan keluhan zat kimia dan penurunan hasil tangkapan perlu dilakukan kajian, minimal ada uji laboratorium. Setahu saya yang ada di Kupa ada dua kategori seperti nelayan yang pake joran pancing dengan nelayan memakai pukat, dan yang memakai pukat agak susah akibat tali temali  PT TOM disamping itu ada juga budidaya keramba jaring apung,” tuturnya.


div>