MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Gunakan Pemerkosaan Sebagai Guyonan, Capres Filipina Dikecam

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 18 April 2016 19:28
Gunakan Pemerkosaan Sebagai Guyonan, Capres Filipina Dikecam

Calon presiden Filipina Rodrigo Duterte, foto:jawapos

RakyatSulsel.com — Calon presiden Filipina Rodrigo Duterte harus membayar mahal atas lelucon bodohnya. Gara-gara membuat pemerkosaan dan pembunuhan warga Australia sebagai bahan banyolan, Rodrigo menuai banyak kecaman.

Padahal, sebelum kasus itu mencuat, dia kandidat paling diunggulkan. Kini popularitasnya merosot tajam bak seluncuran akibat guyonan tersebut.

Lelucon yang diunggah ke kanal YouTube berlangsung saat Rodrigo melakukan kampanye di Quezon City. Leluconnya merujuk pada kejadian 1989 lalu saat lima misionaris dibunuh oleh kelompok napi di penjara Davao City. Salah satunya misionaris asal Australia Jacqueline Hamill, 36.

Pihak kepolisian melakukan pengepungan di penjara tersebut selama dua hari. Kala itu, Rodrigo masih menjabat wali kota di Davao City. Rodrigo mengklaim bahwa dirinyalah yang memerintahkan serangan ke penjara tersebut dan melumpuhkan 16 narapidana.

Berdasar transkrip rekaman video, Rodrigo menyatakan kepada para pendukungnya bahwa dirinya melihat jenazah Hamill dibawa ke luar penjara. ’’Saya melihat wajahnya, brengsek, benar-benar sia-sia. Apa yang ada dalam pikiran saya saat itu adalah mereka memerkosanya bergantian. Saya marah karena dia diperkosa, tapi dia begitu cantik. Wali kota seharusnya memerkosanya dulu,’’ ujar Rodrigo di rekaman tersebut.

Gara-gara komentarnya di atas, Rodrigo langsung menjadi bulan-bulanan rivalnya. Video itu mejadi senjata ampuh untuk menyerangnya. Rodrigo selama ini mengakui bahwa dirinya seorang mata keranjang.

[NEXT-RASUL]

’’Pernyataannya yang terekam dalam video tersebut menunjukkan bahwa sejak menjabat wali kota Davao City, dia masih belum matang maupun berkembang. Memberikan dia tawaran untuk menjadi presiden harus dicermati dengan serius,’’ ujar Juru Bicara Kepresidenan Filipina Herminio Coloma Jr.

Dia menambahkan, pernyataan Rodrigo menunjukkan bahwa dia tidak layak menjadi presiden. Rodrigo dianggap tidak menghargai perempuan.

Kecaman senada diungkapkan saingannya, yaitu Wakil Presiden Jejomar Binay. Dia menyebut Rodrigo sebagai maniak gila yang tidak menghormati perempuan. Bukan hanya dari rival, penduduk Filipina juga berduyun-duyun mengecam Rodrigo lewat dunia maya.

’’Saya menangis setelah melihat Rodrigo Duterte dalam rekaman tersebut. Saya tidak habis pikir bagaimana para pengikutnya bisa menertawakan hal tersebut,’’ tulis salah seorang warga di akun Twitter-nya. Rodrigo sejauh ini belum berkomentar apa pun. (AFP/Inquirer/sha/c19/kim)


Tag
div>