• Rabu, 23 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Guru Besar UNM Apresiasi SKTB Gowa

Selasa , 19 Juni 2012 11:53
Total Pembaca : 253 Views
Guru Besar UNM, Dr Salam saat berbincang Bupati dan Kadis Dikorda Gowa di Rujab Bupati Gowa beberapa waktu lalu.

Baca juga

Guru Besar UNM, Dr Salam saat berbincang Bupati dan Kadis Dikorda Gowa di Rujab Bupati Gowa beberapa waktu lalu.

RAKYAT SULSEL . GOWA – Angin segar berhembus menaungi pendidikan di Kabupaten Gowa. Pasalnya, sejumlah guru besar mendukung salah satu inovasi pendidikan di Butta Gowa bersejarah.  Diantaranya guru besar yang tergabung dalam tim pengembang Kelas Tuntas Berkelanjutan (KTB)  yang menaruh perhatian besar yakni Dr Salam. Guru besar  UNM ini mengaku sangat mengapresiasi buah pikiran Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo tersebut.

“Saya sangat setuju dengan KTB dan merasa bangga melihat peserta mengikuti workshop SKTB yang begitu bersemangat,” kata Salam saat ditemui di Lobi Hotel Valentino, Makassar, Senin (18/6) kemarin.

Masih kata Salam, semangat yang luar biasa ditunjukkan para peserta yang terdiri dari pengawas, kepala sekolah, guru, serta stakeholder. Ini memberikan sinyal bahwa program ini akan sukses ke depan.

Selain semangat yang tinggi dari para peserta workshop, lanjut Salam, kesiapan SDM juga menunjang keberhasilan program ini.Terkait kendala-kendala yang bakal muncul di lapangan, kata dia, pemerintah Kabupaten Gowa tengah memberi pemahaman secara komprehensif melalui workshop.

Menurut Salam, awalnya para peserta workshop memang hanya mengenal program ini secara sekilas. Tetapi setelah diberi pemahaman yang komprehensif dan utuh, mereka diharapkan memiliki kesamaan persepsi mengenai SKTB.

“Semua peserta disiplin mengikuti kegiatan yang dipandu langsung tim dewan pakar KTB,” terangnya.

Pekerjaan kedua dari para peserta setelah mengikuti workshop adalah menyosialisasikan kepada rekan-rekannya setelah kembali ke sekolah masing-masing.

“Setiap sekolah diwakili dua orang untuk workshop. Dimana mereka inilah yang harus melakukan transfer knowledge kepada temannya terkait apa yang diperoleh di tempat pelatihan setelah kembali di sekolah,” terangnya.

Salam juga menyebutkan, saat ini tim pengembang KTB telah menyusun tujuh buku terkait program itu. Hanya saja, baru buku edisi satu dan dua yang diberikan pada peserta workshop.

“Nantinya, Bupati Gowa akan mengundang seluruh universitas mitra yang telah menandatangani MoU dan 50 dewan pakar untuk mengawal program KTB menjadi program nasional,” tandasnya seraya menyebut esensi KTB adalah bagaimana upaya guru membantu siswa dalam menuntaskan kompetensinya. (K1/eui/C)